SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan meresmikan Pos Gizi di Balai Warga RW 07 Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Selasa (22/9). Dalam peresmian tersebut, pilar memantau langsung makan bersama lalu mengunjungi rumah warga yang memiliki masalah gizi.
Pilar menjelaskan, sebagai Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting, pihaknya memiliki peran dalam memantau dan mengawal perkembangan gizi anak, ibu hamil dan menyusui.
“Bagaimana pos gizi ini bisa menghadirkan sosialisasi, lalu juga suatu program edukasi promotif preventif bagi ibu-ibu yang hamil, menyusui dan juga tentu bermanfaat juga untuk balita,” ujarnya di lokasi.
Pilar menjelaskan, pemberian makanan tambahan supaya gizi-gizi anak bisa terjaga dengan baik. Menurutnya, angka stunting di Tangerang Selatan saat ini sekitar 879 kasus, jumlah itu berada di bawah satu persen.
“Tapi tentu itu tetap harus kita intervensi supaya angkanya terus menurun dan harapan ke depannya balita di Tangerang Selatan terbebas daripada stunting,” ucapnya.
Ia menyampaikan, dalam mengupayakan perbaikan penurunan angka stunting, pihaknya mengalami tantangan di antaranya kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya makanan bergizi bagi anak dan ibu hamil hingga menyusui.
“Lalu yang kedua faktor ekonomi juga ada. Ada dari itu kita intervensi dengan bantuan makanan tambahan yang bergizi ini, yang kita berikan. Lalu juga terkait masalah yang lain-lainnya. Yang memang perlu diintervensi, kami pemerintah kota Tangerang Selatan melalui Dinkes juga dengan rekan-rekan kader kesehatan di masing-masing wilayah,” ungkapnya.
Pilar menuturkan, Pemkot Tangsel telah meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel hingga di tingkat kecamatan untuk memberikan perhatian khusus dalam menangani stunting di wilayahnya.
“Sasarannya adalah ibu hamil dan juga menyusui, saya titipkan kepada dinas kesehatan, kecamatan, mari anggarkan. Ini satu bulan lima kali diberikan makanan tambahan,” katanya.
Kata dia, angka partisipasinya saat ini cukup baik dengan adanya program yang sedang berlangsung.
“Angka partisipasinya cukup besar, mereka respon sekali masyarakat dengan adanya program makanan tambahan ini, lalu juga hasilnya alhamdulillah dari segi berat badannya meningkatkan, ibu hamil juga targetnya tercapai mudah-mudahan tumbuh kembang otaknya juga sama, kalau mau membangun sebuah kota, bangun dulu SDM yang unggul,” ungkapnya.
Walaupun begitu, Pilar menekankan bahwa pihaknya tidak bisa berjalan sendiri. Masyarakat diharapkan berpartisipasi dalam menangani persoalan tersebut.
“Tidak bisa hanya Pemkot Tangsel sendiri berjuang membangun kota, diperlukan partisipasi masyarakat. Tapi SDM-nya harus unggul fisik mental unggul salah satunya dengan pencegahan stunting,” jelasnya.
Kata dia, dalam menangani anak yang stunting, tidak dapat disimpulkan membutuhkan waktu berapa lama. Menurut Pilar, penanganan stunting akan berbeda menyesuaikan dengan kondisinya.
“Kondisi gizi buruknya seperti apa, memang apakah mal nutrisi, nutrisi cukup tetapi tinggi kurang, berat badan kurang, Nah ini berbeda bisa mingguan, bulanan, bahkan tahunan,” ucapnya.
Pilar menjelaskan, posyandu memiliki peran penting untuk mengukur hingga tingkat keberhasilan.
“Makanya peran posyandu penting untuk mengukur apakah sesuai dengan target, kalau misalkan masih anak itu belum memenuhi target, ya kita intervensi dimasa kehidupannya seribu hari pertama mulai dari usia nol kehamilan sembilan bulan sampai 2 tahun itu masa kritis seorang anak menentukan apakah dia ke depan stunting atau tidak,” sebutnya.
Pilar menambahkan, tim gizi khusus ditugaskan dalam memberikan menu yang memenuhi gizi sesuai dengan yang dibutuhkan untuk asupan penerimanya. Di Bakti Jaya, setidaknya tercatat ada 38 orang dalam pemantauan.
“Memang di Bakti Jaya ini ada 38, jadi mudah-mudahan bukan kendala berarti, artinya kualitas dari pada makanan yang berikan adalah yang utama supaya anak ini hasilnya baik,” sebutnya.
Dalam peresmian itu, Pilar meninjau langsung pemberian makan bergizi. Walaupun begitu, pihaknya akan melakukan evaluasi secara berkala.
“Tadi anak-anak juga makan lahap mereka happy, kami juga terus evaluasi kalau mereka mau apa yang kurang, kita sangat terbuka supaya benar-benar bisa dimanfaatkan anak dan ibu,” pungkasnya. (eko)
Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.
















