SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Polsek Ciputat Timur menindaklanjuti video viral yang memperlihatkan empat pelajar SMP menaiki satu sepeda motor di Jalan WR Supratman, Kelurahan Rengas, Kecamatan Ciputat Timur).
Dalam video yang beredar di media sosial pada Senin (21/9), seorang pelajar terlihat mengendarai sepeda motor dengan membawa tiga penumpang sekaligus.
Aksi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan para pelajar maupun pengguna jalan lainnya.
Menindaklanjuti video tersebut, personel Polsek Ciputat Timur melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi pengendara, penumpang, serta kendaraan yang digunakan.
Petugas kemudian mendatangi pemilik sepeda motor Honda Vario warna hitam dan melakukan klarifikasi. Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa kendaraan tersebut digunakan oleh seorang pelajar SMP berusia 14 tahun bersama tiga temannya.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, langkah yang dilakukan pihaknya merupakan bagian dari mitigasi dan pembinaan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Dalam proses klarifikasi, pengendara mengakui bahwa dirinya membawa tiga temannya dalam satu sepeda motor. Ia beralasan kendaraan yang digunakan hampir kehabisan bahan bakar dan hendak menuju SPBU. Pengendara juga mengaku mengajak ketiga temannya naik bersama agar tidak perlu bolak-balik menjemput satu per satu.
Baca Juga: Belasan Warga Sesak Nafas Akibat Kebakaran Sampah di Tangsel, Sekolah Diliburkan
“Alasan bahan bakar sepeda motor yang dikendarainya sudah hampir habis dan hendak menuju SPBU. Yang bersangkutan menerangkan bahwa dirinya mengajak ketiga temannya untuk naik bersama dalam satu sepeda motor dengan alasan agar tidak perlu bolak-balik menjemput teman satu per satu,” ujarnya, Selasa (22/9).
Petugas kemudian memberikan pemahaman bahwa alasan tersebut tidak dapat menjadi pembenaran untuk membawa penumpang melebihi ketentuan. Membawa tiga penumpang dalam satu sepeda motor dapat memengaruhi keseimbangan, kemampuan bermanuver hingga pengereman kendaraan.
Para pelajar juga diberikan edukasi mengenai berbagai risiko kecelakaan, termasuk kendaraan kehilangan keseimbangan, terjatuh saat melakukan pengereman atau ketika menghindari kendaraan lain.
“Petugas menjelaskan bahwa membawa tiga penumpang dalam satu sepeda motor menyebabkan beban dan distribusi berat kendaraan berubah sehingga dapat memengaruhi keseimbangan, kemampuan bermanuver dan pengereman kendaraan,” katanya.
Selain itu, petugas mengingatkan bahwa penggunaan sepeda motor di jalan umum harus memenuhi persyaratan hukum, termasuk ketentuan mengenai usia dan kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM).
Dalam kegiatan tersebut, Polsek Ciputat Timur turut melibatkan orang tua atau wali para pelajar serta Ketua RT setempat. Orang tua diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan terhadap anak, khususnya dalam penggunaan kendaraan bermotor di jalan umum.
Baca Juga: Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas di Tangsel, Diduga Akibat Asam Lambung
Para pelajar dan orang tua juga membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Sebagai bagian dari edukasi, para pelajar juga membuat video klarifikasi dan imbauan agar aksi serupa tidak ditiru oleh pelajar lainnya.
Polsek Ciputat Timur menekankan bahwa keselamatan berlalu lintas harus menjadi perhatian utama, bukan sekadar karena adanya pengawasan dari kepolisian.
“Petugas menyampaikan pesan keselamatan lalu lintas kepada para pelajar dengan penekanan bahwa kepatuhan berlalu lintas harus dilandasi kesadaran untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” ungkapnya.
Selain pembinaan langsung, para pelajar tersebut juga diarahkan untuk mengikuti kegiatan pelatihan karakter Saka Bhayangkara yang digelar Polsek Ciputat Timur.
Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap Sabtu pagi pukul 07.00 hingga 10.00 WIB sebagai bagian dari pembinaan karakter dan edukasi bagi pelajar.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan dapat memperoleh pemahaman mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, serta pentingnya menjaga keselamatan diri dan orang lain.
Polsek Ciputat Timur berharap langkah pembinaan dan edukasi tersebut dapat memberikan efek positif bagi para pelajar sekaligus mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas maupun kecelakaan yang melibatkan anak-anak usia sekolah.
“Mereka setiap hari Sabtu pagi jam 07 sampai 10 ikut giat pelatihan karakter Saka Bhayangkara Polsek Ciptim ya,” pungkasnya. (eko)
















