SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Mengurangi beban administrasi guru sekaligus memperkuat komunikasi antara sekolah dan orang tua, menjadi gagasan utama yang dibawa tim SDN Rajeg V dalam Lomba Kreativitas dan Inovasi (Kanvas) Gemilang 2026.
Gagasan tersebut diwujudkan melalui program Gerakan Bebas Mengajar, sebuah inovasi yang kini dikembangkan dalam bentuk aplikasi, untuk membantu guru lebih fokus pada proses pembelajaran dan perkembangan peserta didik.
Inovasi itu dipaparkan dalam tahapan seleksi wawancara Lomba Kanvas Gemilang 2026 yang diselenggarakan di Kantor Bappeda Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Rabu (23/9/2026). Sebanyak delapan tim dari kategori Tenaga Pendidik, mempresentasikan inovasi mereka di hadapan tujuh dewan juri.
Salah satu peserta adalah tim dari SDN Rajeg V yang diwakili Khaerudin dan Fikri. Keduanya memaparkan inovasi Gerakan Bebas Mengajar, yang telah diterapkan selama sekitar dua tahun, dan hingga kini masih terus dikembangkan berdasarkan masukan serta kebutuhan pengguna.
Khaerudin menjelaskan, Gerakan Bebas Mengajar lahir dari keresahan terhadap beban administrasi guru yang dinilai menyita waktu. Kondisi tersebut, menurut dia, dapat mengurangi waktu dan perhatian guru untuk mendampingi peserta didik.
“Melalui program tersebut, tim ingin mendorong guru agar lebih banyak mencurahkan perhatian pada pendidikan, kreativitas, pengetahuan, serta pembentukan karakter anak,” ujarnya kepada Satelit News, usai mengikuti seleksi wawancara Lomba Kanvas Gemilang 2026 yang diselenggarakan di Kantor Bappeda Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Rabu (23/9/2026).
Program itu juga dibangun dengan konsep kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Melalui aplikasi yang dikembangkan, orang tua dapat memantau perkembangan dan berbagai aktivitas pendidikan anak di sekolah secara lebih langsung.
” Nah, “Gerakan Bebas Mengajar” juga dilengkapi Parents Hub, yang dirancang sebagai sarana komunikasi antara sekolah dan orang tua,” jelasnya.
Menurut Khaerudin, selama ini komunikasi langsung antara guru dan orang tua kerap berlangsung terbatas, salah satunya ketika pembagian rapor yang umumnya dilakukan dua kali dalam setahun. Waktu pertemuan yang terbatas, membuat komunikasi mengenai perkembangan anak tidak selalu dapat dilakukan secara maksimal.
Dengan aplikasi tersebut, orang tua diharapkan dapat berkomunikasi dan memperoleh informasi mengenai perkembangan anak secara lebih mudah.
Fikri, yang juga tim dari SDN Rajeg V menambahkan, aplikasi yang dikembangkan saat ini memang masih dalam tahap penyempurnaan. Namun, sistem tersebut sudah dijalankan dan direalisasikan dalam penerapan Gerakan Bebas Mengajar.
“Ke depan, tim berencana mengembangkan aplikasi tersebut agar dapat masuk ke Play Store. Tim juga tengah menyiapkan pengembangan agar aplikasi dapat digunakan secara legal melalui perangkat komputer atau laptop,” imbuhnya.
Baca Juga: Wabup Tangerang Dorong Inovasi Masyarakat Untuk Percepat Pembangunan
Menurut Fikri, aplikasi pada dasarnya hanyalah alat untuk mendukung tujuan utama Gerakan Bebas Mengajar, yakni mengubah pola pikir guru, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan pendidikan dan teknologi.
Ia mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi adalah resistensi terhadap teknologi, terutama di kalangan pendidik yang sudah berusia lebih senior. Karena itu, aplikasi tersebut digunakan untuk membangun kebiasaan atau habituasi dalam memanfaatkan teknologi.
“Dengan cara kebiasaan itu yang tadinya mengalami resistensi, lama-lama resistensinya berkurang,” kata Fikri.
Ia menegaskan, Gerakan Bebas Mengajar bukan semata-mata inovasi berbasis aplikasi, melainkan sebuah gerakan untuk mendorong perubahan cara berpikir guru dalam menghadapi perkembangan pendidikan.
Fikri kemudian menyampaikan pesan yang menjadi penutup pemaparannya, yakni, “Bebaskan guru dari administrasi, maka guru akan mengguncangkan Dinas Pendidikan.”
Delapan Inovasi Tiap Kategori
Sementara itu, Plt Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bappeda Kabupaten Tangerang, Syamsoe Astra Negara, mengatakan tahapan seleksi wawancara Lomba Kanvas Gemilang 2026 memasuki hari ketiga. Kegiatan tersebut sebelumnya dibuka atau diluncurkan oleh Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah pada Senin (21/9/2026).
Syamsoe mengatakan, terdapat lima kategori yang mengikuti tahapan seleksi wawancara, yakni Pelajar, Mahasiswa, Tenaga Pendidik, Masyarakat, dan Perangkat Daerah.
“Pada Senin (21/9/2026), seleksi wawancara dilakukan untuk kategori Pelajar. Selanjutnya, Selasa (22/9/2026) untuk kategori Mahasiswa, sedangkan Rabu (23/9/2026) untuk kategori Tenaga Pendidik,” jelasnya.
Tahapan berikutnya akan dilanjutkan untuk kategori Masyarakat dan Perangkat Daerah.
“Dari masing-masing kategori ini kita ambil delapan inovasi atau inovatornya. Nah, untuk masing-masing itu akan kita ambil untuk juara di masing-masing juara kategorinya empat,” kata Syamsoe.
Ia menjelaskan, tim penilai dijadwalkan melakukan pleno untuk menetapkan empat juara pada masing-masing kategori.
“Setelah pleno, panitia akan membuat berita acara dan melaporkan hasil penilaian kepada Kepala Bappeda. Selanjutnya, para pemenang akan diumumkan dalam sebuah acara penyerahan penghargaan,” ungkapnya.
Syamsoe mengatakan, pengumuman dan penyerahan penghargaan rencananya dirangkaikan dengan kegiatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Tangerang. Pelaksanaannya diperkirakan berlangsung pada Oktober 2026, dengan waktu yang akan disesuaikan dengan agenda pimpinan.
Tujuh Dewan Juri
Dalam seleksi wawancara tersebut, terdapat tujuh anggota tim penilai yang berasal dari berbagai unsur. Dari tingkat pusat, tim penilai berasal dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sementara dari tingkat provinsi, terdapat unsur Bappeda Provinsi Banten.
Adapun dari unsur akademisi, tim penilai berasal dari Swiss German University (SGU), Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul), dan Universitas Bina Nusantara (Binus).
Melalui proses seleksi tersebut, setiap inovasi yang dipresentasikan dinilai untuk menentukan para pemenang pada masing-masing kategori Lomba Kanvas Gemilang 2026. (aditya)

















