SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Muhammad Rasyid Ar Rumi, balita berusia 10 bulan yang mengidap stroke iskemik, yakni jantung tidak memiliki limfa atau kebocoran jantung sejak lahir, mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendatangi kediaman Muhammad Rasyid Ar Rumi di Kampung Pasir Gadung RT 02/RW 03, Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Selasa (22/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati memastikan sang balita mendapatkan fasilitas dan kebutuhan kesehatan secara gratis.
Muhammad Rasyid Ar Rumi merupakan anak pasangan Samsul Bahri dan Heti Restiana. Menurut Bupati Maesyal Rasyid, balita tersebut mengidap penyakit stroke iskemik, yang dalam naskah keterangan medis keluarga disebut berkaitan dengan kondisi jantung sejak lahir.
“Saat ini Muhammad Rasyid Ar Rumi berusia 10 bulan dan menjalani perawatan bolak-balik ke RS Harapan Kita, karena menderita kebocoran jantung sejak lahir,” kata Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid kepada, Selasa (22/9).
Dalam perawatannya, kata Bupati Tangerang, Muhammad Rasyid Ar Rumi membutuhkan oksigen, obat-obatan, dan susu khusus bernama Neocate LCP untuk mendukung penyembuhannya agar bisa sehat dan pulih.
Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap kesehatan masyarakat, Maesyal memastikan segala keperluan medis dan kesehatan Muhammad Rasyid Ar Rumi akan ditanggung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang tanpa dipungut biaya.
Baca Juga: HUT ke-15 RSUD Balaraja, Bupati Tangerang Minta Pelayanan dan Respons Cepat Ditingkatkan
“Semuanya akan ditanggung Pemerintah Kabupaten Tangerang tanpa dipungut biaya sepeser pun. Ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap kesehatan masyarakat,” tandasnya.
Selain menanggung biaya kesehatan Muhammad Rasyid Ar Rumi, pria yang akrab disapa Rudi itu juga telah memerintahkan pihak Puskesmas Cikupa untuk secara rutin melakukan pengecekan kesehatan setiap dua minggu sekali. Petugas juga diminta mengganti selang yang digunakan sang balita untuk mengonsumsi susu dan obat-obatan di rumah.
“Petugas kesehatan dari Puskesmas juga telah diinstruksikan untuk rutin melakukan pengecekan kesehatan si bayi dan rutin melakukan penggantian selang yang digunakan sebagai alat konsumsi bayi. Jadi, petugas kesehatan yang nanti datang ke rumah,” katanya.
Rudi juga menegaskan bahwa Samsul Bahri, ayah Muhammad Rasyid Ar Rumi, akan diikutsertakan dalam program pendidikan agar memiliki ijazah minimal setara SMA. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi Samsul untuk mendapatkan pekerjaan dan memiliki penghasilan tetap setiap bulan.
Sebelumnya, Samsul Bahri bekerja di salah satu perusahaan. Namun, ia terkena PHK karena kesibukannya merawat sang anak yang sakit.
“Jadi nanti Samsul Bahri ini akan diikutsertakan sekolah lagi agar memiliki ijazah yang minimal setara SMA, supaya bisa bekerja dan memiliki penghasilan tetap. Sebelumnya sudah bekerja, namun kena PHK karena sibuk mengurus anaknya yang sakit,” katanya.
Baca Juga: Guru SDN Rajeg V Bawa Program Gerakan Bebas Mengajar di Lomba Kanvas Gemilang 2026
Di tempat yang sama, Samsul Bahri (35) mengaku sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Menurutnya, biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan anaknya yang mengalami stroke iskemik cukup besar, mulai dari biaya transportasi ke RS Harapan Kita hingga kebutuhan susu khusus Neocate LCP yang setiap bulan mencapai 10 kaleng.
“Alhamdulillah, terima kasih Pak Bupati Tangerang. Tentunya perhatian yang diberikan sangat membantu kami sebagai orang tua Muhammad Rasyid Ar Rumi, apalagi saat ini kondisi saya sedang tidak bekerja,” kata Samsul Bahri.
Menurut Samsul, untuk memenuhi kebutuhan susu Neocate LCP, dirinya sedikitnya harus mengeluarkan biaya Rp5,5 juta setiap bulan. Harga susu tersebut mencapai Rp550 ribu per kaleng, sementara kebutuhan anaknya mencapai 10 kaleng setiap bulan.
Ia kembali menyampaikan terima kasih kepada Bupati Tangerang karena mendapat kesempatan untuk memperoleh pekerjaan setelah sebelumnya terkena PHK dari perusahaan tempatnya bekerja.
“Sangat terbantu sekali karena harga susu yang diperlukan cukup besar. Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih atas semua bantuan dan fasilitas yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tangerang,” katanya. (alfian/aditya)

















