SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Bangunan Pasar Anyar Kota Tangerang yang telah direvitalisasi dengan anggaran ratusan miliar rupiah belum mampu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan. Sejumlah kios resmi di dalam gedung justru tutup karena pedagang mengaku tak sanggup menanggung kerugian akibat sepinya pembeli dan anjloknya omzet.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Anyar, Zain, mengatakan kondisi tersebut menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani. Menurut dia, kemegahan bangunan belum diikuti pembenahan ekosistem perdagangan di kawasan pasar. “Gedungnya baru, tetapi ekosistem pasarnya belum dibangun,” ujar Zain saat ditemui di lantai 2 Gedung Pasar Anyar, Kamis (24/9/2026).
Zain menyebut banyak kios resmi kini terpaksa tutup karena aktivitas perdagangan di dalam gedung belum kembali normal. Pedagang yang masih bertahan juga menghadapi persoalan serupa, yakni minimnya kunjungan pembeli dan turunnya omzet. Menurut dia, salah satu persoalan utama berada di kawasan luar gedung. Aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang masih memadati trotoar dan badan jalan sejak pagi hingga malam membuat akses menuju pasar tidak tertata.

Kondisi itu diperparah dengan trayek angkutan kota yang belum tertata serta kantong parkir yang semrawut. Persoalan tersebut dinilai menghambat akses masyarakat untuk berbelanja ke dalam gedung pasar. “Pedagang tidak membutuhkan pidato atau rapat tanpa hasil. Keberhasilan revitalisasi itu diukur dari ramainya pembeli dan meningkatnya omzet, bukan sekadar megahnya bangunan,” kata Zain.
Tagih Janji Wali kota
Paguyuban Pedagang Pasar Anyar juga menagih lima komitmen yang sebelumnya disampaikan Wali Kota Tangerang kepada masyarakat dan pedagang.
Baca Juga: Sekda Kota Tangerang Apresiasi Pedagang Tempati Kembali Pasar Anyar
Kelima poin tersebut meliputi sterilisasi kawasan dari PKL, penataan transportasi agar terintegrasi dengan gedung pasar, pengembangan Pasar Anyar sebagai destinasi wisata belanja, penyelenggaraan kegiatan rutin untuk menarik pengunjung, serta peningkatan keamanan dan ketertiban dari praktik pungutan liar dan premanisme.
Zain menilai pelaksanaan komitmen tersebut penting untuk mengembalikan arus pengunjung ke dalam pasar. Sebab, tanpa pembenahan kawasan secara menyeluruh, pedagang di dalam gedung akan terus menghadapi persoalan yang sama. Untuk mengatasi kondisi tersebut, paguyuban mengusulkan sejumlah langkah, antara lain memindahkan PKL ke dalam gedung melalui dialog, mengembalikan fungsi trotoar dan badan jalan, serta menata parkir dan transportasi.
Paguyuban juga mengusulkan konsep pasar 24 jam dengan pembagian aktivitas berdasarkan waktu. Pada dini hari hingga pagi, pasar dapat difokuskan untuk komoditas basah. Selanjutnya, aktivitas perdagangan kebutuhan rumah tangga dan pakaian berlangsung pada pagi hingga sore hari, sementara malam hari dapat diisi dengan pusat kuliner UMKM.
Selain itu, kegiatan seperti festival kuliner, pasar malam, dan pentas seni budaya dinilai dapat digelar secara berkala untuk menarik masyarakat datang ke kawasan Pasar Anyar. “Kami mengajak Wali Kota Tangerang untuk turun langsung ke lapangan, duduk bersama pedagang, dan melihat kondisi riil. Jangan biarkan revitalisasi ini hanya menghasilkan gedung megah dengan kios-kios kosong di dalamnya,” pungkas Zain. (ari)

















