SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Kekeringan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel mencatat terdapat 36 titik yang mengalami kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih.
Komandan Pleton Satuan Tugas BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan mengatakan bahwa pihaknya dan untuk lain terus mendistribusi air bersih yang dilakukan sejak 8 Juli hingga saat ini.
Berdasarkan pendataan BPBD, kekeringan tersebut tersebar di delapan kelurahan. Dampaknya mencapai 934 kepala keluarga (KK) atau sekitar 3.703 jiwa.
“Untuk titik kekeringan saat ini sekitar 36 titik, semuanya tersebar di delapan kelurahan,” ujar Dian saat dikonfirmasi, Minggu (27/9/2026).
Hingga kini, BPBD Tangsel telah menyalurkan sebanyak 1.413.200 liter air bersih kepada warga yang terdampak. Wilayah dengan titik kekeringan terbanyak berada di Kelurahan Kranggan dengan 16 titik. Selanjutnya Kelurahan Kademangan sebanyak tujuh titik dan Kelurahan Muncul tiga titik.
Sementara itu, kekeringan juga tercatat di Kelurahan Serpong sebanyak satu titik, Bakti Jaya dua titik, Babakan dua titik, Setu satu titik, dan Buaran satu titik. Dian menyebut sebagian besar titik kekeringan berada di wilayah Kecamatan Setu.
Baca Juga: Remaja Perempuan Tangsel Disekap Lima Hari di Jakarta Timur
Distribusi air bersih tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kondisi kekeringan. Penyaluran akan terus dilakukan berdasarkan kebutuhan dan laporan dari warga di wilayah terdampak.
Seperti diketahui, sejumlah wilayah saat masih berada pada musim kemarau. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II memprediksi kondisi kering ini masih akan berlangsung hingga Oktober.
Plt Kepala BBMKG Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati menyampaikan bahwa wilayah Banten baru akan memasuki peralihan musim basah pada November mendatang.
“Hingga Dasarian II September 2026, seluruh wilayah Provinsi Banten masih berada dalam periode musim kemarau. Secara umum, puncak musim kemarau 2026 di Banten diperkirakan berlangsung pada Juli–September 2026,” katanya.
Ana menjelaskan bahwa Tangerang Selatan masuk dalam Zona Musim (ZOM) 168 yang saat ini mengalami dampak puncak kemarau bersama beberapa wilayah tetangga. Selain Kota Tangsel, Kota Tangerang bagian selatan, Kabupaten Tangerang bagian tenggara juga mengalami hal serupa.
Selain itu, Kabupaten Lebak bagian selatan, timur laut, dan tengah, Kabupaten Serang bagian tenggara pun masih berada di puncak kemarau.
Baca Juga: SIM Keliling Tangerang Selatan Kamis 24 September 2026, Cek Lokasinya
“Adapun berdasarkan prediksi curah hujan bulanan, awal peralihan menuju kondisi yang lebih basah di Provinsi Banten diperkirakan mulai terlihat pada November 2026, dengan curah hujan kategori menengah sekitar 150–300 mm per bulan,” pungkasnya. (eko)

















