SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Aksi pencurian menyasar Masjid Al-Hidayah di Jalan Al-Hidayah, RT 03 /RW 03, Kelurahan Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu (7/11/2026) dini hari. Pelaku yang datang menggunakan mobil diduga memanfaatkan kondisi masjid yang sepi untuk membobol pintu dan mengambil telepon seluler milik marbot.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.21 WIB. Saat itu, marbot Masjid Al-Hidayah, Sadam Husen, sedang tertidur di sekretariat masjid. Tanpa disadarinya, seseorang masuk ke dalam ruangan dan mengambil telepon seluler yang berada di dekatnya.
Berdasarkan penuturan Sadam, sebelum pencurian berlangsung, sebuah mobil terlihat beberapa kali melintas di sekitar masjid. Gerak-gerik kendaraan tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar karena bolak-balik melewati lokasi.
Informasi mengenai keberadaan mobil mencurigakan itu baru diterima Sadam ketika dirinya masih beristirahat. Namun, situasi masjid yang relatif sepi diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.
“Sekitar pukul 03.00 saya ketiduran. Begitu di jam 03.30, memang saya dapat kabar dari orang sekitar, ada mobil mencurigakan. Sudah beberapa kali mobil itu bolak-balik ke sinilah,” kata Sadam saat ditemui SatelitNews.Com, Minggu (8/11/2026).

Rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan bagaimana pelaku menjalankan aksinya. Mobil bernomor polisi B 1367 SPE yang digunakan pelaku awalnya menghadap ke bagian depan masjid. Kendaraan itu kemudian dimundurkan dan diparkir dengan posisi menghadap ke belakang.
Baca Juga: Maling Motor “Gentayangan” di Majasari, 2 Kali Bobol Rumah Warga, Aksinya Terekam CCTV
Setelah kendaraan berhenti, seseorang turun untuk memeriksa keadaan sekitar. Pelaku terlebih dahulu mendatangi bagian belakang masjid. Namun, upaya masuk melalui pintu belakang tidak berhasil karena pintu dalam keadaan terkunci. Pelaku kemudian berpindah ke bagian depan. Di lokasi tersebut, pelaku diduga merusak dan memaksa pintu masuk hingga berhasil membuka akses ke dalam bangunan.
Setelah berhasil masuk, pelaku langsung mengambil telepon seluler milik Sadam. Ironisnya, saat pencurian berlangsung, Sadam sebenarnya berada di dalam bangunan yang sama. Namun, ia tidak menyadari keberadaan pelaku karena sedang tertidur.
“Dia di belakang pintunya dikunci, akhirnya dia lewat depan, maksa. Dia ngebobol pintu depan, akhirnya dia masuk ke dalam, terus ngambil HP. Di dalam enggak ada orang cuma Ada saya, saya lagi tidur,” ujar Sadam.
Pencurian tersebut bukan kali pertama terjadi di lingkungan Masjid Al-Hidayah. Sadam mengungkapkan, selama menjalankan tugas sebagai marbot, dirinya sudah beberapa kali mengalami kehilangan barang berharga. Bahkan, pencurian disebut telah berulang kali menyasar fasilitas masjid, terutama kotak amal.
Ia mengaku sudah empat kali kehilangan barang pribadi. Barang-barang yang pernah dicuri di antaranya telepon seluler dan laptop. Dalam salah satu kejadian, dua telepon seluler miliknya, masing-masing iPhone dan Android, hilang sekaligus.
Selain barang pribadi, kotak amal masjid juga kerap menjadi sasaran pencurian. Menurut Sadam, pelaku tidak hanya mengambil uang di dalam kotak amal, tetapi terkadang membawa kotak amal tersebut sekaligus. “Iya, dibobol, terus diangkut sama kotak-kotaknya gitu. Itu udah bukan pertama kali nih, gitu, udah sering banget,” katanya.
Baca Juga: Maling Kabel PLN, Satu Tewas Dua Ditangkap
Rangkaian kehilangan tersebut membuat keamanan masjid menjadi perhatian. Terlebih, bangunan Masjid Al-Hidayah saat ini masih dalam proses renovasi. Aktivitas di sekitar masjid dan keberadaan fasilitas yang belum sepenuhnya tertata diduga menjadi salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian dalam pengamanan lingkungan.
Sadam mengatakan, pada kejadian-kejadian sebelumnya, pengurus masjid belum memiliki kamera pengawas sehingga sulit mengetahui bagaimana pelaku menjalankan aksinya. CCTV baru dipasang belakangan ini dan rekamannya kini dapat digunakan untuk melihat peristiwa pencurian.
Meski rekaman CCTV memperlihatkan seseorang turun dari mobil dan masuk ke masjid, Sadam mengaku tidak mengenali orang tersebut. Ia juga menduga kendaraan yang digunakan tidak hanya berisi satu orang.
Kekhawatirannya muncul karena ada kemungkinan orang yang berada di dalam mobil mengetahui situasi lingkungan masjid dan memberikan informasi kepada pelaku yang turun untuk melakukan pencurian. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
“Kalau secara dilihat dari CCTV ya, orangnya itu memang enggak dikenal. Cuman yang menjadi khawatirnya tuh orang yang ada di dalam mobilnya mungkin yang kenal sehingga dia ngasih tahu kondisi lapangan atau kondisi di masjid itu seperti apa, gitu. Karena udah pasti di dalam mobil itu lebih dari satu orang lah,” tutur Sadam.
Dari kejadian terbaru, telepon seluler yang dibawa pelaku merupakan perangkat yang baru dibeli Sadam sekitar tiga bulan sebelumnya. Ia menyebut harga pembelian perangkat tersebut mencapai sekitar Rp 9 juta.
Nilai kerugian itu belum termasuk barang-barang yang pernah hilang dalam sejumlah kejadian sebelumnya. Sadam memperkirakan laptop yang pernah dicuri memiliki harga sekitar Rp 18 juta. Sementara dua telepon seluler lainnya, yakni iPhone dan Android, juga pernah hilang dalam peristiwa berbeda.
Berulangnya pencurian tersebut membuat Sadam berencana membawa persoalan ini ke kepolisian. Ia mengaku belum sempat membuat laporan karena sehari setelah kejadian masih berupaya mencari telepon selulernya yang hilang. Perangkat itu selama ini digunakan untuk menunjang pekerjaan sehari-hari. Ia memastikan akan melaporkan kejadian tersebut pada Minggu (8/11/2026), sekaligus menyampaikan rekaman CCTV yang memperlihatkan dugaan aksi pencurian.
“Hari ini saya mau lapor ke Kepolisian. Baru hari ini saya mau ngelapor, karena kemarin saya sibuk nyari HP dululah karena kan kerjaan saya ada di situ. Jadi baru kali ini,” ucapnya.
Kasus pencurian di Masjid Al-Hidayah menjadi perhatian karena kejadian serupa disebut telah berulang kali terjadi. Selain kehilangan barang pribadi milik marbot, pencurian kotak amal juga menunjukkan bahwa fasilitas rumah ibadah tersebut beberapa kali menjadi sasaran pelaku.
Keberadaan CCTV diharapkan dapat membantu mengungkap identitas pelaku dan kendaraan yang digunakan. Rekaman tersebut juga menjadi salah satu petunjuk yang dapat diserahkan kepada kepolisian untuk menelusuri rangkaian kejadian. (ari)

















