SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 tinggal menghitung hari. Sepuluh hari menjelang pembukaan yang dijadwalkan pada 15 November 2026, Panitia Besar (PB) Porprov VII Banten mengklaim persiapan penyelenggaraan telah mencapai 90 persen.
“Insya Allah 90 persen siap,” ujar Ketua PB Porprov VII Banten 2026, Pilar Saga Ichsan, dalam Rapat Koordinasi Akhir dan Pemantapan Kesiapan Masing-Masing Bidang dalam Pelaksanaan Porprov VII Banten 2026 di Ruang Blandongan, Puspem Kota Tangerang Selatan, Rabu (4/11).
Rapat tersebut turut dihadiri Ketua Umum KONI Provinsi Banten, Agus Rasyid, beserta jajaran Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasra) KONI Banten. Pertemuan difokuskan pada evaluasi dan pemantapan kesiapan seluruh bidang menjelang pesta olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut.
Pilar mengatakan bahwa seluruh bidang telah memaparkan perkembangan persiapan masing-masing, mulai dari bidang pertandingan, keabsahan atlet, transportasi, kesehatan, konsumsi, logistik, sarana dan prasarana (sarpras), hingga kebersihan.
“Pokoknya, semua bidang yang dibawahi oleh PB Porprov tadi sudah menyampaikan progres dan perencanaannya, serta sudah mendapatkan evaluasi dan perhatian penuh dari KONI Provinsi Banten, khususnya Panwasra,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh bidang memiliki peran penting dan saling berkaitan sehingga tidak ada satu pun yang bisa dikesampingkan dalam tahap persiapan.
Ia menegaskan, keberhasilan Porprov tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari kesiapan penyelenggaraan hingga pertanggungjawaban setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Baca Juga: Lepas 1.053 Atlet ke Porprov Banten, Kabupaten Tangerang Siap Rebut Juara Umum
“Mudah-mudahan dari hasil evaluasi dan masukan ini dapat menguatkan kembali kami serta melakukan konsolidasi agar persiapan yang tinggal beberapa hari ke depan, apalagi pembukaan tinggal 10 hari lagi, bisa berjalan sukses, lancar, dan sesuai perencanaan,” katanya.
“Sejauh ini, seperti yang disampaikan oleh bidang-bidang terkait, persiapannya sudah matang. Tinggal ada beberapa hal minor yang perlu kita tajamkan lagi,” lanjut Pilar.
Berbagai kebutuhan pendukung telah disiapkan, mulai dari tenaga kesehatan, ambulans, rumah sakit rujukan terdekat, konsumsi, kebersihan, hingga perlengkapan keselamatan atlet. Kebutuhan alat keselamatan tersebut juga telah diajukan oleh masing-masing cabang olahraga kepada bidang sarpras untuk dialokasikan sesuai kebutuhan.
Untuk transportasi dan konsumsi kontingen atlet, tanggung jawab diserahkan kepada masing-masing pemerintah kabupaten dan kota. Adapun PB Porprov menyiapkan kebutuhan transportasi, akomodasi, dan konsumsi bagi panitia, wasit, serta juri.
Selain mematangkan teknis pertandingan, PB Porprov VII Banten juga menyiapkan konsep pembukaan yang dikemas secara meriah dan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Pilar menyebutkan bahwa pembukaan Porprov yang akan digelar di kawasan Sunburst, BSD, tidak hanya diperuntukkan bagi atlet dan ofisial, tetapi juga terbuka untuk masyarakat luas.
Diperkirakan sekitar 10.000 atlet dan ofisial akan terlibat dalam perhelatan empat tahunan tersebut. Selain itu, panitia melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), organisasi masyarakat, komunitas, seniman, hingga musisi untuk memeriahkan seremoni pembukaan.
Baca Juga: Jelang Porprov, Sekda Kabupaten Tangerang Gelar Evaluasi Terakhir
Salah satu atraksi yang tengah dipersiapkan adalah pertunjukan terjun payung yang diharapkan menjadi daya tarik sekaligus pembeda dalam seremoni pembukaan. Panitia juga menyiapkan kirab atau pawai obor yang melintasi seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Obor tersebut nantinya dibawa kembali ke Tangerang Selatan untuk dinyalakan dalam seremoni pembukaan.
Terakhir, Pilar menegaskan perihal pengelolaan anggaran hibah KONI yang menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan. Menurutnya, KONI telah menyampaikan kesiapan untuk melanjutkan pengelolaan anggaran tersebut melalui Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) di hadapan Wali Kota Tangerang Selatan.
“Sebenarnya itu proses internal dari Dispora. Kemarin KONI sudah menyampaikan jawaban kepada Dispora dan Pemkot Tangsel bahwa mereka siap melanjutkan anggaran hibah ini,” ungkapnya.
“Lalu dibuatlah SPTJM di hadapan Pak Wali Kota langsung. Jadi, ada surat pernyataan tanggung jawab mutlak dari Ketua KONI langsung di hadapan Pak Wali bahwa mereka siap,” sambungnya.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan turut melakukan pendampingan dan pengawasan agar proses administrasi, pengadaan, serta pertanggungjawaban anggaran berjalan sesuai ketentuan. Ia berharap penyelenggaraan Porprov tidak hanya sukses dari sisi pelaksanaan dan prestasi, tetapi juga tertib secara administrasi, mengingat pertanggungjawaban keuangan harus diselesaikan pada Desember 2026.
Ketua Umum KONI Provinsi Banten, Agus Rasyid, mengklaim bahwa Porprov VII Banten 2026 memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Menurutnya, ajang kali ini mencatatkan jumlah cabang olahraga terbanyak sepanjang sejarah Provinsi Banten berdiri.
Meski demikian, berdasarkan pemaparan dalam rapat koordinasi, ia mengaku percaya terhadap kesiapan yang telah disampaikan PB Porprov dengan progres mencapai 90 persen.
“Saya percaya dengan kesiapan yang disampaikan yang sudah mencapai 90 persen. KONI Banten bertanggung jawab atas kesuksesan Porprov ini, termasuk nanti menjelang acara seremonial,” bebernya.
Agus berharap Porprov VII Banten 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi antardaerah, tetapi juga momentum untuk melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional. Menurutnya, pembinaan atlet telah dilakukan oleh masing-masing kabupaten dan kota jauh sebelum pelaksanaan Porprov. Ajang ini menjadi kesempatan untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus mengevaluasi kemampuan atlet setelah menjalani latihan.
Hasil Porprov nantinya diharapkan menjadi modal penting bagi Banten dalam mempersiapkan atlet menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2022/2028 yang akan digelar pada 2027 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Harapan saya selaku Ketua KONI Banten, di Porprov ini kita bisa melahirkan atlet-atlet yang hebat, karena hasil dari Porprov ini akan kita gunakan nanti pada Pekan Olahraga Nasional di NTT dan NTB. Tahun depan, 2027, kita sudah masuk babak kualifikasi. Untuk para atlet, junjung tinggi sportivitas—itu yang paling penting—dan jaga kesolidan antar-atlet,” pungkasnya. (eko)

















