SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Jami Baiturrohim di Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Rabu (4/11/2026). Pembangunan masjid tersebut dilakukan melalui semangat gotong royong dengan melibatkan pemerintah daerah, anggota DPRD Provinsi Banten, DPRD Kabupaten Tangerang, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Maesyal Rasyid berharap pembangunan Masjid Jami Baiturrohim dapat berjalan lancar dan selesai sesuai rencana sehingga segera dimanfaatkan sebagai sarana ibadah serta berbagai kegiatan untuk kepentingan umat dan masyarakat.
“Kami bersama anggota DPRD Provinsi Banten, anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Pak Camat, para tokoh, para ulama yang hadir di sini di Desa Rawa Burung, Kecamatan Kosambi ini. Mudah-mudahan masjid ini bisa rampung sesuai rencana dan bisa digunakan, dimanfaatkan untuk sarana ibadah dan sarana lainnya untuk kepentingan umat dan masyarakat,” kata Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid kepada Satelit News, Rabu (4/11/2026).
Pria yang akrab disapa Rudi Maesyal tersebut menegaskan, Masjid Jami Baiturrohim nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah dan syiar Islam, tetapi juga dapat menunjang berbagai aktivitas sosial demi kemajuan Desa Rawa Burung.
“Masjid ini bukan hanya untuk sarana kegiatan ibadah saja, kegiatan-kegiatan lainnya seperti kegiatan sosial dan pertemuan untuk kepentingan umum bisa dilakukan di sini untuk kemajuan Desa Rawa Burung,” tandasnya.
Maesyal juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga, merawat, dan memakmurkan Masjid Jami Baiturrohim. Dengan demikian, keberadaan masjid tersebut dapat menjadi kebanggaan sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Perkuat Kesetaraan Gender Lewat PUG 2026
“Utamanya adalah sarana ibadah ini harus kita pelihara dan rawat bersama untuk kepentingan umat dan kepentingan umum lainnya. Mari kita gotong royong semuanya untuk melaksanakan kebaikan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pembangunan Masjid Jami Baiturrohim, Rukyat Idris, mengungkapkan bahwa pemugaran dilakukan karena kondisi fisik bangunan masjid sudah tidak layak. Selain itu, usia bangunan tersebut telah mencapai lebih dari 40 tahun.
“Bahwa masjid ini harus kita pugar karena umurnya sudah lama, umurnya 40 tahun lebih. Menurut keterangan, baru sekali terjadi pemugaran. Maka dari itu, kondisi fisik bangunannya berisiko,” ungkap Idris.
Ia menjelaskan, pembangunan Masjid Jami Baiturrohim diperkirakan membutuhkan biaya lebih dari Rp1 miliar. Pihaknya berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.
“Masjid ini mendapat bantuan yang diberikan oleh perusahaan pengelola bantuan dari Saudi Arabia, swadaya masyarakat dan para donatur lainnya,” imbuhnya. (alfian/aditya)

















