SATELITNEWS.ID, SERANG–Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang menyebut tingkat pengangguran di Kabupaten Serang selama beberapa tahun terakhir terus ini mengalami penurunan. Tercatat dari semula, pada tahun 2018 pengangguran sebanyak 12,78 persen atau 84.163, menurun cukup signifikan pada tahun 2019 menjadi 10.65 persen, atau sebanyak 72.584 menganggur.
Kepala BPS Kabupaten Serang, Indra Warman mengatakan, setiap tahun tren pengangguran di Kabupaten Serang memang terus mengalami penurunan. Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh banyaknya hal, diantaranya banyaknya industri, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta terbantu juga oleh pertanian.
“Jadi untuk pertanian itu kalau dia tidak lanjut sekolah ya ikut orang tuanya bertani, sementara di daerah daerah seperti Cikande dan Kibin didukung oleh industri, jadi pengangguran terus turun, terutama di 2019 cukup signifikan penurunannya dari 12, 78 persen menjadi sekitar 10,65 persenan, penurunannya itu tertinggi di Banten,” kata Indra, Minggu (30/8).
Ia menjelaskan, terkait dengan persoalan pengangguran ini dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya berkaitan dengan pendidikan. Dimana jika ada salah seorang anak sekolah tidak lanjut, maka akan dianggap sebagai pengangguran.
“Tahun ajaran baru misalnya anak-anak dipantau tuh,terutama SMP dan SMA, jika SMP tidak lanjut, dia belajar tidak, dan akhirnya dia menunggu kerjaan, jadi dia nganggur,” tuturnya.
Selain itu tambahnya, persoalan lainnya Kabupaten Serang merupakan daerah sasaran para pencari kerja dari pendudukan luar. Sementara BPS sendiri dalam melakukan sensus pengangguran ini tidak selalu melihat KTP Kabupaten Serang.
“BPS itu kan de facto, jadi pendudukan yang ada di wilayah itu kita sensus, kita data, baik dia punya KTP Serang atau tidak. Sehingga banyak itu di kita sasaran pencari kerja, kalau pas mencari kerja kan dia harus stanbay dulu di wilayah kita, atau dia tinggal di rumah saudaranya, jadi kalau dia belum bekerja dianggap menganggur, itu biasanya menambah pengangguran,” tuturnya.
Namun terkait adanya pandemi Covid-19, ia mengaku belum mengetahui seberapa besar dampaknya terhadap pengangguran. Yang jelas semua pihak harus siap.
“Saya kira secara nasional pengangguran meningkat, tapi untuk Kabupaten Serang saya belum tahu sejauh mana dampaknya,” pungkasnya.
Diketahui berdasarkan data BPS Kabupaten Serang, pada tahun 2017 tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Serang ada sebanyak 13.00 persen atau 81.628. Kemudian pada tahun 2018 tingkat pengangguran terbuka 12.78 persen atau 84.163 pengangguran. Sedangkan di tahun 2019 pengangguran di Kabupaten Serang menurun menjadi 72.584 atau 10.65 persen. (sidik/mardiana)