Minggu, 6 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Lamban Saat Belajar, Alasan Suami–Istri Bunuh Anak

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 15 Sep 2020 10:15 WIB
Rubrik Banten Region, Headline, Kabupaten Lebak
Lamban Saat Belajar, Alasan Suami–Istri Bunuh Anak

ILUSTRASI. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG—Motif pembunuhan yang dilakukan pasangan suami-istri LH (26) dan IS (27) terhadap anaknya KS (8) akhirnya terkuak. Pasutri bengis itu tega melakukan penganiayaan lantaran korban dianggap lamban dalam belajar. Sang anak yang masih duduk di kelas 1 sekolah dasar itu dianiaya hingga tewas saat belajar daring.

Kasatreskrim Polres Lebak, Ajun Komisaris Polisi (AKP) David Adhi Kusuma menjelaskan, berdasarkan pengakuan tersangka, penganiayaan dilakukan sang ibu LH. Tersangka kesal karena anaknya sulit diajari. Pembunuhan dilakukan di daerah Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang pada 26 Agustus lalu. Saat itu, keduanya tinggal di sana.

“(Dibunuh) lagi belajar daring dengan sekolah. Korban kelas 1 SD. Jadi mereka, khususnya ibunya, LH, ini kepada almarhum ini anak kandung sendiri dia merasa kesal. Merasa anak susah diajari, sudah dikasih tahu, diajari. Dia kesal, gelap mata,” kata Kasat Reskrim Polres Lebak AKP David Adhi Kusuma, Senin (14/9).

LH mengaku telah melakukan pemukulan menggunakan tangan kosong dan gagang sapu. Tersangka juga mencubit dan memukul sampai si anak terjatuh. Saat ditangkap, si anak mulai lemas dan mengalami sesak napas.

“Ketika diangkat, didudukkan, si korban ini merasa lemas dan sesak napas. Si ibu merasa si korban ini main-main, ditambah pukulan tiga kali ke arah belakang kepala,” ujarnya.

Menurut keterangan sang suami, IS, dia mengaku sempat akan melaporkan ke polisi begitu tahu anaknya tidak sadarkan diri. Namun hal ini dihalangi oleh LS. Mereka, yang tinggal di Jakarta, kemudian membawa jenazah menggunakan motor ke Cijaku untuk dikuburkan. Keduanya pun membawa anak satu lagi, yang merupakan kembaran korban.

Baca Juga: Polres Lebak Siagakan Satgas Karhutla

“Dihalangi oleh istrinya, sehingga si suami mengiyakan pada saat di tengah jalan menghilangkan jejak, lalu dibawa ke Banten, Lebak, di Cikaju untuk menguburkan,” ujarnya.

Mereka membawa jenazah ini ke TPU Gunung Kendeng. Katanya di sana alamat paman pelaku perempuan. Di sana juga ada kuburan nenek pelaku.

BeritaTerbaru

28 Tim Sepakbola Kecamatan Berebut Piala Bupati Tangerang

Sabtu, 5 Sep 2026 20:04 WIB

Bobol Gawang PSIM Lebih Dulu, Persita Harus Puas Bawa Satu Poin

Sabtu, 5 Sep 2026 19:54 WIB

Bupati Pandeglang Dukung Kerja Sama Pelatihan Vokasi dengan BBPVP Serang

Sabtu, 5 Sep 2026 12:08 WIB
Erupsi Gunung Anak Krakatau Hasilkan Lava Air Mancur

Erupsi Gunung Anak Krakatau Hasilkan Lava Air Mancur

Sabtu, 5 Sep 2026 08:42 WIB

Kasatreskrim menambahkan, usai membunuh dan menguburkan korban di Kecamatan Cijaku, mereka kemudian pindah kontrakan ke Jakarta Selatan. Keduanya sempat membuat laporan kehilangan anak di Polsek Setiabudi.

“Mereka pindah kontrakan, anak kembarnya (adik korban) diajak untuk membuat laporan polisi kehilangan,” imbuh David.

Laporan itu dibuat pada tanggal 28 Agustus setelah keduanya memakamkan korban anak di TPU Gunung Kendeng. Mereka juga mengajari kembaran korban untuk membuat laporan palsu tersebut.

“Jadi anaknya sempat ditanyakan, anaknya lancar bicara. Pada saat main, terus tiba-tiba kakaknya ini hilang,” ucapnya seperti dilansir detik.com.

Baca Juga: Bahagianya Siti Usai Motor Scoopy Kembali Setelah Sebelumnya Dicuri

Dari hasil pemeriksaan, polisi juga mengetahui bahwa orang tua tersebut sering melakukan penganiayaan. Penganiayaan khususnya ke korban yang meninggal dunia.

“Betul sering dianiaya. Kami dapati dari dikomen file di hp-nya pelaku. Bahwa memang korban ini ada beberapa foto mengalami lebam di bagian mata dan bibir,” ujarnya.

Pasutri yang tega menghabisi nyawa anak kandungnya tersebut terancam dijerat pasal 338 KUHP dan atau pasal 80 ayat (3) dan (4) UU  Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman diatas 10 tahun penjara.  Saat ini, LH dan IS sudah berada di Mapolres Lebak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Sedang kita perdalam apakah ada motif lain. Adapun ancaman hukuman penjara maksimal  diatas 10 tahun. Pasal yang kita sangkakan kepada pelaku pasal 338 KUHP dan atau pasal 80 ayat (3) dan (4) UU  Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” kata AKP David Adhi Kusuma.

Menurut Kasatreskrim, LH mengakui kesalahan dan menyesal atas perbuatannya  yang telah menyebabkan darah dagingnya tewas. LH mengatakan setelah meguburkan jenazah korban, dia sering didatangi KS di dalam mimpi. Dia juga menemukan sebuah surat yang ditulis oleh KS beberapa waktu lalu sebelum peristiwa nahas tersebut terjadi.

“Mamah papah maafin Keysya yah. Karena Keysya udah selalu bikin mamah sama papah marah terus, Keysya enggak bakalan kaya gitu lagi,”tulis korban dalam suratnya.  (mulyana/gatot)

Tags: kasus pembunuhanlebakmakam misteriusmotifpolres lebaksuami istri
Share1TweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti
Banten Region

80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti

Sabtu, 5 Sep 2026 08:04 WIB
Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki
Headline

Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki

Sabtu, 5 Sep 2026 07:57 WIB
PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Dalam Kondisi Terbaik
Bola & Sport

PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Dalam Kondisi Terbaik

Sabtu, 5 Sep 2026 07:43 WIB
Empat Rumah di Sindang Jaya Mulai Dibedah, Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama
Headline

Empat Rumah di Sindang Jaya Mulai Dibedah, Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama

Sabtu, 5 Sep 2026 07:32 WIB
PELATIHAN -- pelatihan peningkatan kompetensi guru dengan materi public speaking dan ice breaking, untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih menyenangkan bagi siswa. (ISTIMEWA)
Banten Region

Guru MDA Irsyadus Sariy 1 Dilatih Publik Speaking dan Ice Breaking

Jumat, 4 Sep 2026 16:40 WIB
TERSANGKA PENCURIAN : Empat tersangka pencurian dengan pemberatan diamankan di Mapolda Banten. (ISTIMEWA)
Banten Region

Empat Pelaku Pencurian Rokok dan Tabung Gas Diamankan Ke Mapolda Banten

Jumat, 4 Sep 2026 16:32 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Laos vs Indonesia, Demi Jaga Kans Lolos

Laos vs Indonesia, Demi Jaga Kans Lolos

Rabu, 2 Sep 2026 21:04 WIB
Ketum PBNU Dipilih AHWA

Ketua Umum PBNU Dipilih AHWA

Minggu, 30 Agu 2026 17:21 WIB
MELIHAT PELATIHAN VOKASI : Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan), bersama Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli (dua dari kanan), menyaksikan pelatihan Vokasi di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Selasa (1/9/2026). (ISTIMEWA)

Persaingan Kerja Makin Ketat, Belasan Ribu Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi

Selasa, 1 Sep 2026 17:02 WIB
Lini Depan Perlihatkan Ketajaman, Barcelona Pesta Gol

Lini Depan Perlihatkan Ketajaman, Barcelona Pesta Gol

Selasa, 1 Sep 2026 08:48 WIB
MENYAMPAIKAN PESAN : Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan pesan saat membuka acara program Super Camp Banten Merebut Garuda. (ISTIMEWA)

Seratus Pelajar di Banten Ikuti Program Super Camp Free

Minggu, 30 Agu 2026 15:45 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.