SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang, Budi Januardi mengatakan, Talas Beneng atau yang merupakan singkatan dari besar dan koneng, yang artinya berukuran besar dan berwarna kuning. Varietas unggulan ini telah diekspor ke Belanda dan Australia. Kedepannya Distan membidik pasar Jepang sebagai target ekspor selanjutnya.
“Talas beneng memiliki karakteristik yang berbeda dengan talas dari daerah lainnya. Batang umbi berumur lebih dari dua tahun, panjang mencapai 120 cm dengan bobot 42 kg dan ukuran lingkar luar 50 cm,” jelas Budi, Selasa (13/10).
Lanjut Budi, Talas Beneng juga memiliki kadar protein, mineral dan serat pangan yang relatif tinggi. “Dengan potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pandeglang bersama Pemerintah Provinsi Banten, berupaya mendaftarkan Talas Beneng menjadi salah satu varietas unggulan, dan hasilnya pada tahun 2019 Talas Beneng lolos uji kelayakan,” katanya.
Selain itu, Talas Beneng merupakan varietas yang baik sebagai pengganti beras, serta memiliki nilai ekonomi yang potensial. “Kandungan karbohidratnya tinggi menjadikan Talas Beneng sebagai alternatif pengganti makanan pokok kita yaitu beras, dan nilai ekonominya sampai saat ini telah menembus pasar ekspor. Ekspor utamanya ke Belanda dan Australia, serta Jepang sebagai target ekspor selanjutnya,” tandasnya.
Pjs Bupati Pandeglang, Gunawan Rusminto, mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Kelompok Tani Subur Makmur. Sebab katanya, melihat potensi Talas Beneng ini sangat menjanjikan.
“Jadi tolong teman-teman para petani bersama-sama unsur Muspika, untuk terus konsen mengembangkan varietas ini. Tolong terus berkelanjutan, jangan berhenti sampai disini,” katanya. (nipal/aditya)
Baca Juga: Berencana Bangun Lumbung Pangan di Pandeglang, Bulog Siap Serap Hasil Panen Petani
























