SATELITNEWS.ID, SERANG–Puluhan nelayan katir di Pantai Paku, Kampung Pangaradan, Desa Anyer, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, diguyur bantuan perahu fiber dan mesin ketinting dari PT Chandra Asri, Selasa (15/12). Bantuan tersebut diberikan, untuk membantu meringankan beban nelayan ditengah pandemi Covid-19.
Direktur PT Chandra Asri, Suryandi mengatakan, bantuan ini merupakan yang kesekiankalinya diberikan kepada para nelayan. Kali ini, bantuan yang diberikan yakni 15 unit perahu, 28 mesin ketinting dan sembako kepada 43 nelayan yang ada di wilayah Anyer, Kabupaten Serang dan Ciwandan, Kota Cilegon.
“Keberadaan perusahaan Chandra Asri, secara tidak langsung berkaitan dengan nelayan katir. Jadi Chandra Asri berkomitmen, membantu meringankan beban nelayan, terutama ditengah situasi pandemi Covid-19,” kata Suryandi, saat ditemui usai membagikan bantuan kepada nelayan, di Pantai Paku, Selasa (15/12).
Suryandi berharap, dengan adanya bantuan perahu dan mesin ini dapat membantu nelayan katir mencari ikan, agar bisa lebih jauh serta hasil tangkapannya bisa lebih banyak. “Kami juga mohon kepada warga, agar selalu berhati-hati dan tidak melakukan kegiatan memancing di area jeti Chandra Asri, karena ada lalu lintas kapal yang cukup padat demi keselamatan nelayan,” tuturnya.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, untuk bantuan nelayan di Kabupaten Serang dari Chandra Asri, ada sebanyak 10 perahu dan 18 mesin. Menurutnya bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) dari PT Chandra Asri ini sangat membantu.
“Memang kami terus berupaya untuk meningkatkan taraf hidup nelayan, dan masih harus didorong dari semua pihak. Chandra Asri ini memberikan contoh yang baik, untuk para pelaku industri di Kabupaten Serang,” ungkap Tatu.
Baca Juga: Nelayan Normalisasi Sungai Pakai Cangkul, Aktivis Serang Raya: Pemerintah Kemana ?
Tatu menambahkan, melihat para nelayan telah membuat produk olahan seperti abon. Oleh karenanya, ia pun akan menindaklanjuti agar produk tersebut masuk ke supermarket dan pemasaran online. “Saya lihat tadi memang harus kita rapikan, baik kemasannya ataupun dari sisi kesehatan, exfired dan lain sebagainya. Karena banyak produk yang dari rasa enak, tapi dari persyaratan itu butuh kami bantu,” tuturnya.
Sementara, seorang nelayan, Gugun Rahmatnudin mengaku, sangat terbantu adanya bantuan perahu tersebut. Menurutnya dengan kondisi perahu yang lumayan besar, dirinya bisa melaut lebih jauh lagi meskipun cuaca buruk.
“Sebelumnya perahu yang digunakan, kecil. Sulit kalau cuaca seperti ini. Kalau besar perahunya, kan bisa melaut sampai Pulau Sangiang,” imbuhnya. (sidik/mardiana)



















