SATELITNEWS.ID, CIPUTAT— Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang Ciputat, melonjak tajam di akhir tahun 2000 ini. Pemkot Tangsel menklaim adanya lonjakan tersebut disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.
Kepala TPU Jombang, Tabroni, membenarkan adanya lonjakan tersebut. Peningkatannya signifikan jika dibandingkan dengan awal pandemi di Indonesia, yakni pada Maret 2020. “Di bulan Maret itu, ada 14 jenazah (yang dimakamkan sesuai protokol Covid-19). Di bulan April ada 60 jenazah. Nah di Desember ini sudah 64 jenazah padahal belum akhir bulan. Hari ini saja ada 6 jenazah yang dimakamkan,” ujar Tabroni, Senin (28/12/2020).
Diketahui, mengacu pada data dari laman lawancovid19.tangerangselatankota.go.id, tercatat total 3.593 kasus positif Covid-19 di kota tersebut hingga 27 Desember 2020. Sebanyak 3.025 dari total pasien dinyatakan sembuh, 400 masih menjalani perawatan, dan 168 lainnya meninggal dunia.
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan peningkatan kasus infeksi Covid-19 merupakan indikasi dari kurangnya tingkat kepatuhan masyarakat Tangerang Selatan akan protokol kesehatan.
“Tingkat kepatuhan masyarakat kita atas protokol kesehatan itu kalau tidak salah angkanya ada di 76 persen. Angka di bawah 80 persen itu masih belum menggembirakan,” pungkasnya.
Kendati demikian, pada perayaan Natal 2020 kemarin, Benyamin mengapresiasi umat kristiani yang menggelar perayaan dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 berupa 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. “Natal kemarin baik ya, protokol kesehatan dalam evaluasi kita sudah dijalankan oleh gereja-gereja. Bahkan ada yang hanya 20 persen jumlah jamaatnya dari kapasitas gereja. Paling tinggi itu 30 sampai 40 persen jamaatnya,” ujar Benyamin.
Baca Juga: Wabup Serang Pandji Tirtayasa Positif Covid-19, Begini Kondisinya
Antisipasi lonjakan kasus demi mengantisipasi lonjakan kasus Imbas libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berencana menambah 20 tempat tidur isolasi pasien positif di pusat karantina Rumah Lawan Covid-19.
Menurut Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Rumah Lawan Covid-19 memiliki 150 tempat tidur untuk mengisolasi pasien terkonfirmasi positif tanpa gejala. Namun, lebih dari 100 tempat tidur di antaranya kini sudah terisi atau digunakan oleh pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Maka, hanya tersisa sekitar 40 tempat tidur kosong untuk saat ini. (jarkasih)


















