SATELITNEWS.COM, TANGERANG—PT Angkasa Pura II selaku operator Bandara Soekarno-Hatta dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) mewajibkan bagi warga negara asing (WNA) atau WNI yang masuk ke Indonesia untuk karantina selama 5 hari. Hal tersebut dilakukan guna mencegah penyerabarn Covid-19, terlebih ditemukan varian baru virus tersebut.
“Sesuai dengan Adendum Surat Edaran Nomor 3/2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru di masa Pandemi Covid-19. Maka setiap WNA atau WNI yang baru datang dari luar negeri harus menjalani karantina selama 5 hari,” ungkap kepala KKP Soekarno-Hatta, Darmawali Handoko, Selasa (29/12).
Menurut Darmawali, untuk lokasi karantina bagi WNA akan difokuskan di sejumlah hotel yang ada di area Bandara Soetta. Dimana pihak AP II dan KKP Bandara Soetta akan melakukan pengawasan kepada WNA tersebut. Sementara, bagi WNI yang baru tiba di Indonesia melalui Bandara Soetta diarahkan untuk mengkarantina diri di wisma Pademangan.
“Dan semua langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Dimana dalam beberapa waktu terakhir ada mutasi virus Covid-19 baru agar tidak menyebar di Indonesia,” jelasnya.
Kendati upaya ini dikeluhkan oleh sejumlah penumpang pesawat yang baru saja tiba dari luar negeri, mereka menilai hal ini membingungkan dan menyulitkannya. Pasalnya sebelum menumpang pesawat mereka telah melakukan swab tes dan hasil yang dilampirkan pun negatif.
“Ini saya heran, kenapa saya harus dikarantina lagi, padahal saya sudah menaati peraturan untuk bisa masuk ke Indonesia dengan melampirkan hasil swab test saya negatif,” ujar Mishca, salah satu penumpang pesawat yang baru pulang dari Riyadh, Arab Saudi.
Baca Juga: Terinfeksi Bakteri, Benih Sayuran Asal Belanda Dimusnahkan
Mishca juga terkejut lantaran peraturan ini dilakukan secara mendadak dan minim sosialisasi. Diakunya, dia baru mengetahui peraturan ini saat tiba di Bandara Soetta.
“Tapi kenapa masih harus dikarantina lagi, dan kita juga enggak pernah disosialisasikan. Lagi juga ini saya sudah beli tiket untuk ke Surabaya, nanti gimana kalau karantinanya lama, tiket saya bisa hangus dong, lalu siapa yang mau tanggung jawab,” tegasnya. (irfan/dm)

















