SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Dampak banjir yang melanda wilayah Pandeglang Selatan pekan lalu, berakibat pada gagal tanamnya padi diarel pesawahan seluas 1.810,5 hektar.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Distan) Pandeglang, Iping Saripin mengatakan, pihaknya sudah mendata dan diketahui ada ribuan hektar sawah yang mengalami gagal tanam, tersebar di 14 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang.
“Dari 14 Kecamatan itu, yang paling parah terjadi di Kecamatan Sindangresmi dengan luas 403 hektar. Di Kecamatan Angsana, sekitar 372 hektar dan Kecamatan Patia sekitar 129 hektar,” kata Iping, Rabu (3/2).
Hal itu terjadi menurutnya, akibat berdekatan langsung dengan aliran dua sungai besar yakni, Sungai Cilemer dan Ciliman. Yang hampir setiap tahun, atau dimusim penghujan aliran sungai selalu meluap ke pemukiman warga dan ke areal pesawahan sekitar.
“Pantauan kami di lapangan, yang parah kena dampak itu pesawahan di bantaran sungai. Apalagi pewasahan itu, merupakan mata pencaharian bagi warga di sana, yang notabene warganya sebagian besar berprofesi sebagai petani,” tandasnya.
Menurutnya, yang gagal tanam itu rata-rata masuk kategori periode pertumbuhan vegetatif dan generatif. Selain mengakibatkan ribuan hektar sawah gagal tanam, banjir yang melanda wilayah Pandeglang juga mengakibatkan terendamnya sebanyak 8.859,5 padi yang bakal dipanen.
Baca Juga: Ribuan Hektare Sawah di Banten Terdampak Kekeringan, 223 Ha Puso
Namun, mayoritas lahan pertanian yang terdampak itu masih bisa terselamatkan, hingga musim panen nanti. “Dampaknya tidak terlalu signifikan, karena 3 sampai 5 hari banjirnya sudah surut. Padinya sudah kuat. Paling berpengaruh pada kualitasnya saja. Nanti kami lihat pas musim panen, apakah ada pengurangan akibat dampak banjir ini,” terangnya.
Soal penanggulangannya kata Iping, pihaknya sudah meminta bantuan ke Pemerintah Pusat supaya diberi bantuan pengadaan bibit padi bagi petani yang terdampak banjir. Hanya saja, hingga kini belum mendapat kabar lanjutan, soal bantuan yang sudah diajukan.
“Kami sudah mengajukan sebanyak luasan tersebut. Intinya minta bantuan benih. Tapi sampai hari ini, belum ada jawaban dari pusat apakah akan direalisasi atau tidak,” ujarnya.
Terpisah, anggota Komisi II DPRD Pandeglang, Anton Khaerul Samsi meminta, agar Distan Pandeglang benar-benar mengupayakan bantuan untuk para petani yang terdampak banjir. Sebab biasanya para petani sudah kehabisan modal.
“Harus serius dibantu oleh Distan Pandeglang. Sebab dengan gagal tanam, petani kehabisan modal. Sehingga tak punya modal lagi untuk menanam ulang padi,” imbuhnya. (nipal/mardiana)
























