SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Teka teki mayat tanpa identitas yang mengenakan kaos Pokja Wartawan Harian Kabupaten Tangerang di aliran sungai Cilemer Kampung Pamunuhan, Desa Cikuya, Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang, Rabu (10/2) lalu, akhirnya terungkap. Polres Pandeglang memastikan bahwa mayat tersebut bukan berprofesi sebagai wartawan, melainkan buruh serabutan bernama Isman alias Emong warga Kampung Pasir Picung, RT/RW 15/15, Desa Cibarani, Kecamatan Cisata, Pandeglang.
Kapolres Pandeglang AKBP Hamam Wahyudi mengungkapkan, sejauh ini mayat yang ditemukan mengambang di sungai Cilemer itu baru diketahui secara pasti identitasnya saja dan telah dipastikan oleh pihak keluarga korban.
“Perkembangan kasus penemuan mayat pria di sungai Cilemer itu, bahwa korban bernama Isman alias Among diperkuat dengan pengakuan paman korban bernama Arif yang mengenali korban karena tahu ciri-ciri ada tato di lengan sebelah kanan,” jelas AKBP Hamam, saat dihubungi via telepon, Minggu (14/2).
Selain paman korban, identitas mayat itu diperkuat oleh ibu kandungnya bernama Cicih Hasanah. Cicih, kata Kapolres, membenarkan bahwa mayat itu adalah anaknya. “Ibu korban juga mengenalinya bahwa itu anaknya warga Kecamatan Cisata,” ujarnya.
Kapolres juga memastikan bahwa soal kaos yang dipakai korban bertuliskan Pokja Wartawan Harian Kabupaten Tangerang itu tidak ada hubungannya. “Tidak ada hubungannya (kaos wartawan), korban profesinya sebagai buruh serabutan, bukan berprofesi sebagai wartawan. Dan korban sudah dibawa pihak keluarganya untuk dimakamkan pada hari Sabtu,” jelasnya.
Meski sudah diketahui identitasnya, namun motif kematian korban hingga saat ini masih belum diketahui pasti. Dugaan sementara kematian korban karena ada unsur kekerasan. “Saat ini tim identifikasi Polres Pandeglang masih melakukan otopsi dan penyelidikan. Dugaan kematian korban yang ditemukan di sungai Pagelaran itu sementara ada unsur kekerasan, dan Polres Pandeglang masih menunggu hasil autopsi,” jelasnya.
Baca Juga: Tangani Kekeringan, Jajaran Polres Pandeglang Turut Salurkan Bantuan Air Bersih
Kapolres meminta kepada masyarakat untuk tidak terhasut hoaks soal penemuan mayat tersebut. “Kami berharap masyarakat tetap tenang dan tidak termakan isu-isu yang tidak benar, semoga penyelidikan ini bisa cepet terungkap,” tandasnya.
Kasat Reskrim Polres Pandeglang, Iptu Wisnu Adicahya menambahkan, motif kekerasan atau luka yang dialami korban terdapat di bagian leher. Maka dari itu, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus penemuan mayat tersebut.
“Hasil otopsi belum keluar, dan untuk hasil penyelidikan awal ditemukan ada luka di bagian leher. Perkembangan saat ini masih di selidiki oleh anggota Satreskrim Polres Pandeglang,” katanya. (nipal/dm)
























