SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG—Badan Penanggulangan Bencana Dearah (BPBD) Lebak meminta warga mewaspadai adanya potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Kabupaten Lebak pada akhir bulan Februari hingga pertengahan bulan Maret 2021 mendatang.
“BMKG belum mengeluarkan rilis terbaru, tapi sesuai dengan prediksi awal bahwa Maret turun hujan dengan intensitas cenderung menurun, ” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizky Pratama, kemarin.
Imbauan itu, kata Febby berkaca pada kejadian Sabtu (27/02). Dimana kata Febby terdapat delapan kecamatan di Kabupaten Lebak dilaporkan telah terdampak oleh terjangan angin puting beliung.
“Delapan kecamatan itu meliputi Kecamatan Bayah, Panggarangan, Malingping, Wanasalam, Cigemblong, Cirinten, Banjarsari dan Kecamatan Cijaku. Akibatnya, sebanyak 50 unit rumah di 8 kecamatan tersebut rusak ringan pada bagian atap rumahnya,” ujar Febby.
Oleh karenanya, selama masa peralihan antara musim penghujan ke musim kemarau ini, maka potensi hujan yang disertai angin kencang dan petir akan tinggi. Apalagi, menurut Febby Lebak sendiri masih berstatus siaga bencana alam yang ditetapkan permulai 18 Januari hingga 20 Maret 2020.
“Selama masih musim peralihan, potensi angin kencang akan terus tinggi. Maka status siaga bencana masih diberlakukan, sesuai prediksi akhir musim pengujan yang dirilis BMKG,” katanya. Ia berhawap, warga Lebak untuk selalu waspada akan adanya potensi bencana alam yang dapat terjadi. Dan selalu mengikuti arahan dari petugas ataupun relawan BPBD di daerah. “Selalu waspada, dan lakukan evakuasi dengan mengikuti arahan dari petugas jika diperlukan, ” imbuhnya.
Baca Juga: El Nino Mengancam, Polres Lebak Siapkan Sumur Bor
Untuk bantuan sendiri, Febby menambahkan, warga yang terdampak sudah disalurkan bantuan kedaruratan. Diharapkan, bantuan tersebut bisa memberikan manfaat. “Sudah kita distribusikan sejak malam itu juga,” tambahnya.(mulyana/made)
























