SATELITNEWS.ID, TIGARAKSA–Rencana pemekaran wilayah Kabupaten Tangerang terus dimatangkan. Pemkab Tangerang menilai Tangerang Tengah paling siap untuk menjadi wilayah kota administratif baru. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang menyatakan dari sisi ekonomi, wilayah tersebut cukup mapan.
Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Taufik Emil mengungkapkan, hasil kajian sementara memperlihatkan bahwa saat ini Tangerang Tengah, sudah lebih maju dibandingkan wilayah lain di Kabupaten Tangerang. Sementara wilayah Pantai Utara (Pantura) Tangerang dan Tangerang Barat masih memerlukan anggaran besar untuk meningkatkan ekonomi dan infrastruktur.
“Hasil kajian kami, ekonomi dan infrastruktur di wilayah Tangerang Tengah yang meliputi Cisauk, Pagedangan, Legok, Kelapa Dua dan Curug sudah cukup mumpuni dibanding wilayah utara dan Barat. Soal pemekaran itu kebijakan politis, ranahnya bukan pada kami,” ujar Taufik Emil kepada Satelit News, Selasa (23/3).
Taufik menambahkan, selain ekonomi dan infrastruktur, pembangunan dari sisi sumber daya manusia (SDM) dan produk domestik regional bruto (PDRB) di Tangerang tengah juga sangat menunjang. Sebab selain wilayah industri dan perumahan, wilayah Tangerang Tengah juga cukup berkembang bisnis jasa usaha.
“Wilayah ini secara ekonomi cukup mapan. Sebab terdapat wilayah industri, perumahan serta wilayah jasa usaha,” tegasnya.
Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang Ahyani Anibhani menyambut baik rencana pemekaran Tangerang Tengah ini. Menurut Ahyani, wacana pemekaran Tangeran Tengah telah lama digulirkan. Namun karena pandemi Covid-19, pembahasannya sempat tertunda.
Baca Juga: Pendataan Sensus Ekonomi di Tangerang Selatan Hampir Tuntas
Menurut politisi asal Fraksi PPP ini, wilayah Tangerang Tengah yang meliputi Cisauk, Pagedangan, Legok, Kelapa Dua, Curug dan sebagian Panongan dinilai cukup mapan. Karena di wilayah ini terdapat pengembang-pengembang raksasa yang siap menopang pembangunan infrastruktur dan menggerakkan roda perekonomian.
“Karena Kabupaten Tangerang wilayahnya cukup luas dan jumlah penduduk yang cukup padat mencapai 3 juta jiwa, tentu sudah layak dimekarkan. Kalau tidak, akan menghambat pelayanan,” ungkapnya.
Secara politis menurut warga asli Bitung, Kecamatan Curug ini, pihaknya akan mendukung pemekaran wilayah Tangerang Tengah. Namun kajian harus benar-benar dilakukan secara maksimal. Dalam artian, jangan sampai, ketika pemekaran, wilayah ini semakin berkembang atau malah sebaliknya. Demikian juga dengan Kabupaten Induk, setelah pemekaran apakah akan berkembang atau malah terpuruk akibat kehilangan pendapatan asli daerah (PAD).
“Beberapa temen-temen aktivis sudah pernah berkumpul untuk membahas masalah ini. Bahkan sejumlah pengembang besar juga sudah menyiapkan lahan dan gedung jika nanti terbentuk pemerintahan Tangerang Tengah,” tandas Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang ini. (alfian/gatot)
























