SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Pendataan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hampir rampung. Hingga Senin (24/8) pukul 12.00 WIB, cakupan pendataan telah mencapai 99 persen dari target awal yang ditetapkan Badan Pusat Statistik (BPS).
“Data dashboard per pukul 12:00 WIB, cakupan pendataan sudah mencapai 99 persen,” ujar Kepala BPS Kota Tangerang Selatan, Agung Herianto Juliandono saat dikonfirmasi, Selasa (25/8).
Agung mengatakan, berdasarkan data pada dashboard pemantauan, sebanyak 560.544 usaha atau keluarga telah berhasil diverifikasi. Ia menjelaskan, pada awal pelaksanaan SE2026, BPS Tangsel memiliki daftar awal atau prelist sebanyak 566.221 usaha/keluarga yang menjadi sasaran pendataan.
“Target awal prelist SE2026 di Tangsel sebanyak 566.221 usaha/keluarga dan per siang ini 24 Agustus 2026 pukul 12:00 WIB telah berhasil diverifikasi sebanyak 560.544 usaha/keluarga, atau meliputi 99% dari target awal,” ungkapnya.
Namun, proses pendataan di lapangan juga menemukan adanya unit usaha maupun keluarga yang sebelumnya belum tercantum dalam daftar awal.
“Ada tambahan baru sebanyak 108.300 usaha/keluarga yang sebelumnya tidak ada di prelist,” katanya.
Baca Juga: Rumah di Kedaung Pamulang Ludes Terbakar Dini Hari
Temuan tersebut menunjukkan bahwa jumlah unit usaha yang terdata dalam pelaksanaan SE2026 di Tangsel berpotensi lebih besar dibandingkan daftar awal yang telah disusun BPS.
Pendataan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya BPS memotret kondisi perekonomian secara lebih menyeluruh. Data yang dikumpulkan tidak hanya mencakup keberadaan unit usaha, tetapi juga berbagai karakteristik kegiatan ekonomi yang berlangsung di masyarakat.
Sebagai informasi, Sensus Ekonomi dilaksanakan oleh BPS setiap 10 tahun sekali. SE2026 merupakan pendataan lengkap terhadap seluruh unit usaha di Indonesia. Melalui sensus tersebut, pemerintah diharapkan memperoleh gambaran mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, hingga perkembangan kegiatan ekonomi digital.
BPS menegaskan, pelaksanaan SE2026 tidak dipungut biaya dan tidak berkaitan dengan kewajiban perpajakan. Karena itu, masyarakat maupun pelaku usaha diharapkan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan petugas secara benar dan lengkap.
Data hasil sensus nantinya menjadi salah satu dasar untuk melihat perkembangan dan perubahan struktur perekonomian, termasuk dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran. Dengan capaian 99 persen dari target awal, proses pendataan SE2026 di Tangsel kini memasuki tahap akhir, sekaligus membuka gambaran baru mengenai banyaknya unit usaha yang sebelumnya belum tercatat dalam prelist BPS. (eko)

















