SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Memimpin perusahaan travel Haji dan Umroh di tengah pandemi Covid-19, H Ahmad Multazam menghadapi setumpuk tugas berat. Wabah penyakit yang disebabkan virus baru bernama corona itu langsung memukul sebagian besar lini bisnis Malika Group. Bagaimana kondisinya saat ini setelah setahun dihantam pandemi, serta apa saja terobosan agar bisnis travel tetap bertahan? Berikut wawancara Satelit News dengan Owner Malika Group, H Ahmad Multazam.
Tanya
Bisnis travel merupakan salah satu usaha yang paling merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Bagaimana kondisi Malika Group saat pertama kali pandemi melanda, serta apa yang dilakukan saat itu?
Jawab
Baca Juga: Sinopsis Film Distant, Penyelamatan Berbahaya di sebuah Planet Asing
Pertama kali pandemi Covid-19 melanda di berbagai negara, khususnya Indonesia dan Saudi Arabia, kami tidak pernah berfikir kalau Covid-19 ini akan berkepanjangan sampai saat ini, karena negara pertama yang terjangkit Covid-19 yaitu negara China bisa keluar dari musibah ini dalam kurun waktu 3-4 bulan, sehingga tidak banyak yang kami lakukan kecuali terus berdoa dan berikhtiar dengan mengikuti protokol kesehatan, agar Covid-19 ini hilang dari seluruh negara ini.
Tanya
Apa saja yang paling berdampak saat pandemi ini melanda? Karena Malika Group kan tidak hanya di bidang travel haji dan umrah, tapi juga ada bidang transportasi?
Jawab
Baca Juga: Disnaker Kabupaten Tangerang Klaim Angka Pengangguran Menurun
Yang paling berdampak adalah usaha inti kami yaitu tidak dapat menyelenggarakan ibadah haji dan umroh. Alhamdulillah kami punya usaha lain yaitu Malika Transportasi, walaupun belum bisa beroperasi secara normal, namun usaha transportasi ini lumayan cukup membantu untuk membiaya operasional dan gaji karyawan Malika travel saat ini.
Tanya
Apakah Malika Group mengalami kerugian yang cukup besar imbas dari pandemi ini?
Jawab
Kami menilainya bukan sebuah kerugian, melainkan sebuah keuntungan yang tertunda.
Tanya
Bagaimana mengatasi jamaah yang sudah terlanjur mendaftar atau siap terbang, sementara harus ditunda? Apakah ada sistem refund?
Jawab
Memberikan informasi yang akurat khususnya dari Kementerian Haji Saudi Arabia dan Pemerintah RI dalam hal ini Kementerian Agama kepada seluruh jamaah yang tertunda keberangkatannya adalah satu satu cara kami agar jamaah benar-benar memahami dengan kondisi ini. Namun demikian apabila ada jamaah yang akan me-refund dananya, kami pun akan me-refund dana yang memang belum full kita bayarkan ke maskapai penerbangan sebagai pembayaran tiket pesawat terbang dan penginapan di Saudi Arabia.
Tanya
Komunikasi untuk memberikan pemahaman dengan jamaah seperti apa?
Jawab
Dengan memberikan informasi terbaru dari negara Saudi Arabia dan Pemerintah RI, kami pun terus membuka layanan operasional secara tatap muka langsung di kantor kami yang beralamat di Graha Malika Jl. Perintis kemerdekaan no.1 kel. Babakan Kota Tangerang setiap hari Senin-kamis pada pukul 09.00-16.00 Wib.
Tanya
Apakah Malika Group memberlakukan PHK atau merumahkan karyawan?
Jawab
Alhamdulillah sampai saat ini kami tidak melakukan PHK kepada karyawan Malika Grup. Hanya saja kami harus merumahkan 60 persen karyawan kami yang memang karena tidak ada lagi pekerjaan yang bisa mereka lakukan. Dengan harapan apabila negara Kerajaan Saudi Arabia membuka kembali penyelenggaraan ibadah haji dan umrah maka meraka yang kami rumahkan dapat bekerja kembali di Malika Travel.
Tanya
Kalau tidak ada PHK, bagaimana menggaji para karyawan, sementara selama setahun ini tidak ada pemasukan?
Jawab
Alhamdulillah dari pendapatan Malika Transportasi lumayan cukup untuk menggaji karyawan Malika Travel.
Tanya
Upaya dan terobosan apa yang dilakukan agar bisnis tetap berjalan?
Jawab
Saya pribadi sebagai pimpinan Malika Grup tidak banyak melakukan upaya dan terobosan, kecuali hanya bersabar dan berdoa dengan harapan Covid-19 ini dapat cepat hilang dari dunia ini, karena keselamatan dan kesehatan para jamaah adalah prioritas utama kami.
Tanya
Saat ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah melonggarkan lokasi wisata untuk dibuka, apakah Malika Group di bidang transportasi sudah bisa menjalankan unit usaha tersebut?
Jawab
Alhamdulillah usaha transportasi kami atau penyewaan bus Malika untuk pariwisata sudah mulai berjalan kembali walaupun hanya sekitar 5-10 hari dalam satu bulan, khusus pada hari Sabtu dan Minggu sudah mulai ramai kembali.
Tanya
Harapan dan pelajaran apa yang bisa dipetik terkait dengan pandemi Covid-19 ini?
Jawab
Harapan yang ingin kami dapatkan dari pandemi Covid-19 ini, semoga bisa lebih bijak lagi dalam mengambil keputusan untuk pengembangan di dunia bisnis travel, memperbaiki lagi managemen keuangan agar bisa tetap beroperasional walaupun di masa sulit seperti ini.
Sedangkan pelajarannya yaitu tidak ada kepastian keuntungan materi yang bisa kita dapatkan dalam berbisnis, namun rezeki akan selalu Allah berikan kepada kita yang ingin selalu berusaha dan berdoa, tetap berfikir optimis dengan melihat realistis yang ada di hadapan kita. (dm)
























