SATELITNEWS.ID, SERANG–Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagari), Zudan Arif Fakrulloh berharap Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, menjadi pionir satu data kependudukan. Karena program satu data kependudukan saat ini masih belum masif.
Zudan mengatakan, yang dimaksud dengan satu data kependudukan ini setiap lembaga diberi kewenangan untuk menerbitkan data sesuai tugasnya. Seperti misalnya, data kependudukan hanya ada di Disdukcapil, kemudian data kesehatan hanya ada di Dinkes.
“Nah sesuai dengan undang undang adminduk maka data kependudukan ini digunakan untuk perencanaan pembangunan oleh Bappeda, kemudian alokasi anggaran, penegak hukum untuk pencegahan kriminal, pelayanan publik dan demokratisasi termasuk Pilkades dan Pilkada, basisnya NIK,” kata Zudan, saat sosialisasi Satu Data Kependudukan Kabupaten Serang di ruangan Tb Suwandi Kab. Serang, Kamis (8/4).
Namun untuk mewujudkan satu data kependudukan ini harus diawali dengan pendataan yang tepat. Jadi penduduk di Kabupaten Serang yang merasa belum terdata, belum punya KTP El segera datang ke Disdukcapil. “Kalau punya bayi lahir segera lapor, ada yang meninggal dunia segera dilaporkan, menikah segera lapor. jadi diawali dengan pendataan, setelah data itu masuk programnya berbagi pakai data, misalnya tadi bayi baru lahir didata, agar tidak stunting diberi vitamin, kolaborasi antar SKPD, datanya di Disdukcapil, kesehatannya di Dinkes, Bansosnya di Dinsos,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, dibeberapa daerah sudah mulai mengembangkan satu data kependudukan, namun belum masif. Oleh karena itu dirinya berharap Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menjadi pionir.
“Data Dukcapil itu sekarang sudah dikerjasamakan 26.680 lembaga, di perbankan yang memakai 1.100 lebih lembaga, untuk daerah itu SKPDnya kurang lebih 700,” tuturnya.
Baca Juga: Kirim Nakes ke NTT, PMI Banten Bawa 130 Kg Obat untuk Bantu Pengungsi
Sementara, Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah meminta kepala desa harus komunikasi baik dengan Disdukcapil. Supaya yang meninggal, ada yang lahir, pindah dan datang segera terlaporkan.
“Setahu saya Disdukcapil sudah proaktif ke bawah, tapi kalau semua Kepala Desa proaktif datanya bisa lebih bagus lagi,” imbuhnya. (sidik/mardiana)



















