SATELITNEWS.ID, TIGARAKSA—Jamaah yang sedang salat tarawih di Masjid Agung Al-Amjad, Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Pemab) Tangerang, Tigaraksa, diresahkan dengan adanya aksi tawuran sarung oleh para remaja. Hal itu dianggap menganggu jamaah yang khusyu menjalankan salat tarawih.
Salah satu jamaah Masjid Agung Al-Amjad, Sintia Dini Lestari mengatakan, setiap salat tarawih banyak berkumpul remaja di halaman masjid. Katanya, para remaja tersebut membentuk dua kubu dan saling ejek satu sama lain. Setelah situasi memanas, maka terjadilah pertempuran diantara kedua belah kubu. Masing-masing kubu menggunakan senjata sarung, yang dibuntel bagaikan bogem.
“Setiap abis magrib nih, mereka sudah berkumpul. Saya tidak tau jumlah pasti mereka, mungkin sekitar 100 orang dan membentuk dua kubu,” kata wanita berparas cantik tersebut, kepada Satelit News, Kamis (15/4).
Lanjut Sintia, aksi mereka sangat menganggu kegiatan ibadah salat tarawih. Pasalnya, sangat berisik dengan teriakan yang sangat tidak senonoh. Selain mengganggu jamaah yang ibadah, aksi para remaja tersebut juga dinilai berbahaya. Dikhawatirkan tawuran tersebut berkelanjutan dan menggunakan senjata tajam, atau benda tumpul keras, seperti balok dan besi.
“Jelas sangat menganggu, suraranya berisik. Mereka tawuran sambil teriak-teriak. Selain itu, juga berbahaya, kan takutnya dendam, dan bisa menimbulkan tawuran menggunakan sajam,” katanya.
Senada, Muhammad Arif, salah satu warga Perumahan PWS Tigaraksa mengaku sering salat tarawih berjamaah di Masjid Agung Al-amjad. Kata dia, awalnya para remaja ini ikut salat magrib dan isya berjamaah. Namun saat jam salat tarawih, mereka keluar masjid dan berkumpul di halaman masjid. “Awalnya mereka ikut salat berjamaah, tapi pas tarawih malah keluar,” tambahnya.
Baca Juga: Lima Pemuda Ditangkap Warga Pondok Aren, Dua Orang Bawa Celurit
Arif berharap, petugas masjid bisa memberikan ketegasan dan menegur mereka yang hanya berkumpul di halaman masjid. Ditambah, saat ini masih dalam masa pandemi, maka sangat berbahaya.
Kata Arif, jangan sampai karena ulah mereka yang tawuran sarung, merugikan masyarakat yang sedang benar-benar menjalankan salat tarawih. “Seharusnya ada tindakan tegas, qgar mereka tidak berkumpul dan berkerumun apalagi tidak salat. Jangan sampe gara-gara mereka, salat tarawih berjamaah ditiadakan,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























