SATELITNEWS.ID, TANGERANG—SMP Negeri 13 Kota Tangerang telah mendapatkan predikat adiwiyata tingkat mandiri sejak tahun 2015 lalu. Kala itu, penghargaan diberikan langsung Presiden Joko Widodo di Istana Negara.
Enam tahun berselang, sekolah tersebut masih memperlihatkan keasrian lingkungannya. Berbagai pepohonan rindang nan sejuk akan menyambut pengunjung sekolah. Inovasi-inonasi lain di bidang lingkungan juga terlihat dari berbagai sudut sekolah.
Tak mudah mempertahankan kondisi asri sekolah di tengah pandemi Covid-19. Dengan ditiadakannya sekolah tatap muka, para guru secara otomatis menjadi tulang punggung terjaganya lingkungan yang sejuk, rapi dan asri tersebut. Tak ada para siswa yang dapat membantu terjaganya kondisi sekolah.
Banjir di awal tahun 2020 lalu juga berdampak terhadap kondisi tanaman di sekolahnya. Saat itu, genangan air merusak banyak tanaman.
Guru bidang kompos SMPN 13 Kota Tangerang, Nani Mahanani mengatakan selama pandemi para guru masih melakukan perawatan terhadap tanaman meski ada beberapa yang mengalami kerusakan. Guru mengecek kondisi tanaman selama pandemi kendati perawatan harian turut dilakukan petugas kebersihan.
Nani menuturkan usaha memperoleh predikat adiwiyata mandiri dilakukan dengan keras. Para guru harus bertanggung jawab dan berkomitmen merawat lingkungan sesuai dengan bidangnya masing-masing.
“Capek banget untuk mencapai adiwiyata mandiri karena tugas guru sebenarnya mengajar. Namun pelan-pelan terbiasa,”ujar Nani.
Dia menuturkan banyak inovasi yang sudah dilakukan SMPN 13 Kota Tangerang untuk mencapai predikat adiwiyata mandiri. Diantaranya menanam dan memanen jagung hingga membuat tikar dari limbah kopi sasetan. Sekolah berhasil membuat tikar yang bermanfaat untuk siswa pengajian di halaman sekolah.
Penelitian bidang kompos juga terus dikembangkan. Tujuannya agar siswa mampu membuat kompos terbaik untuk menyuburkan pohon. Para siswa, kata Nani, meneliti daun sirih cocok dan cangkang telur untuk dijadikan kompos yang baik untuk tumbuhan.
“Sekarang lagi bikin penelitian. Daun-daun mana yang bagus, katanya daun sirih bagus, campur cangkak telur,”imbuh Nani. (mg1/gatot)