SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Miris, salah seorang pria lanjut usia bernama Rasim (70), warga Kampung Soge, Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, harus nekad tinggal di Terminal Panimbang. Hal itu dilakukannya karena tidak memiliki tempat tinggal. Sehingga lebih memilih tinggal di terminal angkutan antar kota (angkot) yang keadaanya tak digunakan.
Diketahui, sang Kakek itu baru satu bulan tinggal di terminal tersebut. Meski tidur hanya beralaskan kardus bekas saat malam hari, namun nampaknya sang kakek itu cukup menikmati tinggal di bangunan terminal tersebut.
Selain ia malas pulang ke rumah anaknya, kakek Rasim itu juga mengetahui kalau kondisi terminal angkot tersebut kosong dan tidak berfungsi. Sehingga ia memutuskan untuk tinggal di situ.
“Saya sudah satu bulan lebih tinggal di terminal. Karena malas pulang ke rumah anak saya, ditambah kaki saya sakit. Karena bangunan ini kosong, maka saya tinggal di sini,” ungkap kake Rasim, Senin (3/5)
Untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari, kakek Rasim mengandalkan penghasilannya dari memulung barang bekas. Setelah limbah yang setiap harinya dipungut, lalu dijual kepada penampung limbah di wilayah tersebut.
“Kalau makan sehari-hari menjual barang bekas, karena selama tinggal di sini (terminal, red) saya memulung barang bekas,” ujarnya.
Baca Juga: Nyamar Jadi Anggota dan Mantan Tahanan KPK, Dua Pria Tipu dan Sekap Lansia di Serpong
Kakek Rasim tinggal di gedung terminal angkot seorang diri, karena ia sudah tidak lagi memiliki istri. Tapi dia memiliki tiga anak yang sekarang sudah berumah tangga. Bahkan dulunya ia juga sempat tinggal di rumah anaknya di Kampung Soge.
“Anak ada, sudah pada berumah tangga. Kalau isteri saya sudah lama cerai, karena saya orang tidak punya. Ya tidak apa-apa lah tinggal di tempat ini walaupun dingin juga,” jelasnya.
Saat ditanya apakah dirinya memiliki data kependudukan lengkap, dan apakah sudah pernah mendapatkan bantuan dari program sosial pemerintah. Kakek Rasim itu mengaku, KartunTanda Penduduk (KTP) nya sudah tidak ada. Dia juva belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.
“Belum pernah dapat bantuan, baik sembako maupun bantuan lainnya,” tegasnya.
Saat ditanya lagi apakah anak-anaknya mengetahui dirinya tinggal di terminal dan tidak melarangnya. Ia mengaku, anaknya sudah tahu. Bahkan setiap hari juga sering lewat mengendarai becak.
“Memang tadinya saya dilarang kemana-mana, karena saya gak betah, makanya saya memilih mencari barang bekas dan tinggal di gedung terminal ini,” tandasnya. (nipal/aditya)
Baca Juga: Lansia Disekap Rekan Bisnis di Serpong, Mobil Hingga Surat Berharga Dibawa Kabur
























