SATELITNEWS.ID, KOTA TANGERANG—Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Jumat (07/05) pagi membagikan 8.000 ekor bibit ikan lele ke kampung tematik di delapam kelurahan se-Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Bibit ikan lele yang diserahkan itu merupakan hasil pengembangbiakan DKP yang sudah berumur 15 hingga 20 hari.
Bertempat di Kantor Kecamatan Ciledug, penyerahan bantuan dihadiri Camat Ciledug, Syarifudin bersama para lurah se Ciledug beserta pengurus kampung tematik. Kepala DKP Kota Tangerang, Abduh Surahman menjelaskan, penyerahan bantuan benih ikan di Ciledug kali ini adalah tahap terakhir. Sebab, kecamatan lain sudah terlebih dahulu mendapatkan. Setelah ini, Pemkot Tangerang tidak akan menggulirkan bantuan serupa.
“Khusus untuk di Ciledug hari ini (kemarin), ada 8.000 ekor yang kita berikan, satu kelurahan itu jumlahnya 1.000 ekor, sementara di Ciledug ada delapan kelurahan,” ujar Abduh usai kegiatan. Dia menambahkan, secara total, jumlah bantuan bibit ikan yang telah disalurkan ke 13 kecamatan sebanyak 109 ribu ekor.
” (Bantuan) Ini bersumber dari APBD, kita lakukan pembelian. Makanya, jika dalam proses pemeliharaannya bila ternyata ada ikan yang mati, maka pihak ketiga siap melakukan penggantian,” terangnya. Tak cuma memberi bantuan bibit ikan, usai penyerahan bantuan bibit, ke depan DKP melanjutkan bantuan dengan pemberian pakan untuk ternak-ternak lele tersebut.
“Bantuan kita pakan kita beri sampai pembesaran selama tiba bulan dan kita harapkan kalau pun misalnya bibit ikan itu mati 10 persen, maka total yang bisa berkembang menjadi sembilan ton,” ungkapnya.
Untuk bisa panen, ikan lele ini harus sudah berumur tiga bulan. “Nah, setelah panen, bisa dibagikan kepada warga sekitar yang kurang mampu untuk dinikmati. Jadi, paling tidak masyarakat terbantukan pada sisi protein,” pungkas mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Ketenagakerjaan ini.
Baca Juga: Panen Jagung Wilayah Batuceper
Sementara Camat Ciledug Syarifuddin berharap dengan adanya bantuan benih ikan ini nantinya bisa terus berkembang. Artinya menurut Syarifuddin meski pun sebagian ikan lele itu kelak diberikan kepada warga atau tetangga, tetapi sebagian lagi harus diolah atau dikembangbiakkan sehingga nantinya bisa terus bergulir. “Jadi tidak habis saat tiga bulan panen. Jadi paling tidak, akan menambah dua petani baru setiap usai panen, sehingga tidak putus,” jelasnya.
Ketika disinggung mengapa bantuan diberikan kepada kampung tematik, Syarifuddin menyampaikan bahwa untuk saat ini sektor ekonomi yang dianggap kuat dan bisa berkembang adalah kampung tematik maupun kampung tangguh di kelurahan. Sehingga bantuan akan dianggap lebih tepat diberikan kepada kampung tematik. “Mereka sudah ada tata kelola yang bagus dan mereka rata-rata memang sudah mempunyai kolam ikan lele sehingga siap secara infrastruktur,” ucapnya. (made)


















