SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Pelaksanaan pembangunan Tol Serang-Panimbang Seksi III di wilayah Kabupaten Pandeglang masih terganjal lahan. Dikarenakan masih tersisa 327 bidang tanah yang hingga saat ini belum dibebaskan.
Informasi yang dihimpun sementara ini bahwa pembebasan lahan untuk pembangunan Tol Serang-Panimbang Seksi III Ruas Cileles-Panimbang, baru mencapai 1.168 bidang tanah dari target pembebasan 1.497 bidang. Jumlah itu masih menyisakan 327 bidang tanah lagi.
“Sisanya 21,87 persen atau ada 327 bidang yang diantaranya bidang tanah. Pengadaan tanah untuk Tol Serang-Panimbang, kami mendapat tugas pembebasan 24 Km di 6 kecamatan dan 12 desa,” kata Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pandeglang, Suraji, Selasa (8/6).
Masalah yang menjadi kendala ungkap Suraji, dalam pembebasan lahan Tol sepanjang 33 kilometer dari Kecamatan Bojong hingga Panimbang itu, karena masih bersinggungan dengan lahan milik PT. Perhutani, PTPN VIII, aset desa, dan 3 bidang tanah wakaf.
“Itu masih bersinggungan dengan PT Perhutani, PTPN VIII, ada 6 kas desa ini dari PUPR belum bisa menyelesaikan untuk menggantinya. Kemudian ada 3 bidang tanah wakaf yang didapatkan penggantinya, karena tanah wakaf tidak boleh hilang sebagai tempat peribadatan,” jelasnya.
Khusus Perhutani di Desa Pasir Sedang, Kecamatan Picung dan PTPN di Desa Patia, Kecamatan Patia, Suraji menjelaskan, keduanya belum bisa menunjukkan batas luar tanah yang mereka klaim. Hal itu menjadi perdebatan sehingga harus dilakukan rekonsiliasi antara Perhutani, Kementerian PUPR, dan ATR/BPN.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Percepat Bangun Flyover Sudirman
“Kemudian yang tidak kalah sulit adalah untuk mengidentifikasi dari PTPN VIII, dimana banyak masyarakat yang kenal dengan Program Perusahaan Inti Rakyat Perkembunan (Pirbun). Mereka juga tidak tahu persis dimana bidang tanahnya,” tambahnya.
Namun Suraji belum bisa memastikan kapan proses pembebasan tersebut rampung. Sebab, menuntaskan pembebasan lahan merupakan kewenangan lintas sektor terutama Kementerian PUPR. “Belum bisa dipastikan kapan bisa diselesaikan. Namun kami harap lebih cepat lebih baik,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, kontraktor pemenang pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi III Ruas Cileles-Panimbang, mulai menurunkan puluhan alat berat di wilayah Desa Cijakam, Kecamatan Bojong.
Pantauan, puluhan alat berat itu tampaknya sudah lama berdatangan di wilayah tersebut. Lokasinya juga tak jauh dari titik penggarapan jalan tol. Bahkan akibat banyaknya alat berat itu, arus lalu lintas di Jalan Raya Saketi-Malingping terpaksa dibuka tutup, karena ada beberapa alat berat yang terparkir di pinggir jalan.
Kepala Tim Pejabat Pembuat Komitmen Tol Serang-Panimbang, Ibrahim Hasan mengungkapkan, banyaknya alat berat yang masuk ke wilayah Kecamatan Bojong, merupakan persiapan para kontraktor. Namun katanya, untuk pekerjaan penggarapan seksi III belum dimulai.
“Itu hanya mobilisasi alat untuk persiapan, karena pelaksanaan butuh persiapan. Sepertinya kontraktor lagi siap-siap saja. Adapun yang dimaksud dimulai adalah lahan mulai diratakan, diurug dan ada pemasangan tiang beton dan sebagainya,” kata Ibrahim Hasan, saat dihubungi via Whats App (WA), Selasa (1/5). (nipal/aditya)
Baca Juga: H-7 Lebaran 2026, Seksi 2 Tol Rangkas-Cileles Dibuka Gratis untuk Golongan I



















