SATELITNEWS.ID, CIBODAS—Siapa sangka tanaman belimbing wuluh yang banyak tumbuh di sekitar pekarangan rumah ini membawa berkah buat Silviani Lestari (37). Berawal dari sekadar bermaksud ingin mengobati penyakit keluarga, produknya malah berhasil tembus hingga ke Jepang.
Warga Jalan Duku 3 No 92 Kelurahan Cibodas Sari, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang ini bercerita, awalnya dia membuat minuman tersebut hanya untuk pengobatan mertuanya yang mengidap penyakit Diabetes Melitus tahun 2017 lalu.
Saat itu dokter berkata, salah satu dari kaki mertuanya harus diamputasi. Silviani dan sang suami yang merasa frustasi akhirnya mencari cara lain untuk menyembuhkan orangtuanya. Setelah mencari tahu melalui internet tentang pengobatan secara herbal, ia pun memutuskan untuk membuat minuman dari sari belimbing wuluh. “Beruntungnya, pada saat itu ada satu pohon belimbing wuluh di rumah mertua saya, “ujarnya.
Rutin membuat minuman tersebut sampai mertuanya sembuh dari penyakit yang menyerang kaki, Silviani memutuskan untuk menjual minuman sari belimbing wuluh seharga Rp 25 ribu dan mendapatkan respon baik. “Banyak yang bilang enak dan segar diminum pada siang hari, Kita jual ke tetangga sama teman, terus mereka merasa cocok pada kasih tau ke temen-temen dan saudara. Jadi relasi dari mulut ke mulut. Akhirnya banyak yang chat dan datang kerumah untuk beli,” tuturnya.
Di tahun 2017, ia pun membuat brand dari produk yang dijualnya. Yaitu Averrhoa Blimbi yang diambil dari bahasa latin nama belimbing wuluh. “Diajak gabung di UMKM kota Tangerang tahun 2018, kita banyak diajak ikut pelatihan yang diadakan dinas terkait. Kami jadi ngerti cara nentuin harga jual. Makanya harga jualnya berubah jadi 40 ribu perbotol ukuran 250 ml,” ungkapnya.
Tak disangka tahun 2019 omzet yang diraih sampai 10 juta. Pada saat itu proses penjualannya dilakukan dengan banyak mengikuti pameran, memiliki 5 reseller dan melalui Instagram. Mengalami penurunan pada saat pandemi, tak patah semangat Silviani melakukan follow up kepada konsumen sebelumnya atau yang sudah berlangganan, dan merekapun memesan kembali. “Bulan Juni 2020 setelah mulai ramai diberitakan herbal bisa ngobatin Covid. Pelan-pelan banyak yang chat saya dan DM di IG. Tanya soal manfaat belimbing wuluh, dari situ mulai banyak lagi orderan,” Katanya.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Tangerang Ajak Warga Dorong UMKM di Pekan Raya Cibodas
Penjualan minuman sari belimbing wuluh akhirnya merambah Jabodetabek, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Kalimantan bahkan hingga ke Jepang. Silviani mengatakan ada mahasiswa yang menghubunginya dari Jepang yang memintanya untuk mengirimkan minuman tersebut ke negeri Sakura. Diketahui mahasiswa tersebut berasal dari Kota Tangerang yang pada waktu itu sempat berkunjung pameran yang pada saat bersamaan Silviani memasarkan produk minuman dari sari belimbing wuluh. Mahasiswa tersebut bercerita kepada teman yang berada di Jepang yang akhirnya membuat rasa penasaran untuk mencoba.
Sebelum adanya pandemi ia mengolah belimbing wuluh menjadi minuman dilakukan setiap hari. Namun kini menjadi dua hari sekali dengan omzet hanya mencapai Rp 7 juta per bulan. Sekali produksi bisa membutuhkan sekitar 5 Kg belimbing wuluh. Dijual menggunakan botol yang berukuran 250 ml seharga 40 ribu. Minuman tersebut hanya berbahan dari belimbing wuluh, air, garam (untuk mengurangi getah) dan gula tebu. Dahulu hanya memiliki satu pohon untuk membuat minuman tersebut, saat ini ia mempunyai 10 pohon di rumahnya.
Silviani juga menambahkan kendala yang dialami ketika memproduksi minuman dari sari belimbing wuluh terdapat hanya pada proses pemasaran. Ke depannya juga ia akan membuat varian terbaru yang berbahan dasar dari belimbing wuluh juga. “Rencana saya akan membuat manisan dan juga sambal,” ungkapnya. (mg03/made)























