SATELITNEWS.ID, BATUCEPER—Vaksinasi terhadap pelajar di Kota Tangerang terus dilakukan. Setelah vaksin diberikan kepada siswa sekolah negeri, kali ini giliran pelajar sekolah swasta yang mengikuti vaksinasi.
Ratusan pelajar dari tujuh sekolah mengikuti vaksinasi yang dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Al Mu’in, Jalan Maulana Hasanudin No.94, Kelurahan Poris Jaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Rabu (28/7/2021). Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut seluruhnya merupakan siswa SMP atau sederajat.
Kepala Puskesmas Poris Gaga Apriliana Mardiyanti mengatakan vaksin tujuh sekolah yang mengirimkan siswanya untuk mengikuti vaksinasi masing-masing, MTs Al Mu’in, SMP Ar-Rohman Plus, SMPIT Indra Bangsa, National Global School, SMP IT Al Fuad, SMP Tunas Cendekia dan SMP Santo Paulus III. Apriliana menargetkan 700 siswa divaksin dalam kesempatan tersebut.
“Pesertanya dari wilayah Kecamatan Batuceper. Vaksin yang digunakan adalah Sinovac,”ungkap Apriliana.
Wakil Kepala MTs Al Mu’in, Junaedah mengatakan seluruh siswa tingkat MTs Al Mu’in sudah mengikuti vaksinasi. Secara keseluruhan terdapat 204 siswa yang mendaftarkan diri untuk ikut vaksinasi.
Junaedah menambahkan ada dua siswa yang tidak memenuhi syarat karena umur belum 12 tahun. “Target 12-17 tahun, kemudian kalau yang belum cukup umur walaupun sehari, itu tidak bisa. Disuruh pulang. Ada dua orang yang belum 12 tahun itu disuruh pulang,”ujar Junaedah.
Dia menjelaskan guru tenaga pendidik dan kependidikan, petugas sekolah dan kepala sekolah sudah menyelesaikan vaksinasi hingga tahap ke-2. Sekolah sudah menyiapkan segala program pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, jika nantinya PTM akan dibuka. Jadwal dan mekanisme pembelajaran sudah dibentuk.
“Program kita buat dua. Yang pertama ada tatap muka terbatas dengan waktunya, dan terbatas siswanya. Kedua seperti yang lalu daring dan online. Kemarin kita sudah siap untuk PTM terbatas, karena Covid tinggi lagi yaudah kita buat yang daring. Kalau nanti ada kebijakan PTM terbatas, kita sudah siap,”ujarnya.
Orang tua siswa Hendra mengatakan anaknya gelisah dari semalam menunggu jadwal vaksinasi. Dia berharap pembelajaran bisa kembali normal dengan tatap muka.
“Anak saya dari semalam sudah takut kalau besok ada vaksinasi Covid-19 ” ujarnya. (mg1)