Segudang prestasi telah berhasil dicetak Mulyono Sobar selama mengemban amanah sebagai kepala sekolah. Pria yang kini menjabat sebagai Kepala SMPN 1 Kota Tangerang pernah mengantarkan siswa, guru mau pun sekolah yang dipimpinnya merebut prestasi di tingkat loka, regional, nasional bahkan internasional. Dia juga memiliki catatan pribadi sebagai kepala sekolah berprestasi di Kota Tangerang dan Provinsi Banten.
Maya Sahurina
Mulyono Sobar lahir di Garut, Jawa Barat pada tahun 1965. Dia menjalani karir sebagai guru pada tahun sejak tahun 1988. Pada tahun 2009, ayah tiga anak itu mulai mengemban amanah sebagai kepala sekolah.
Mulyono memimpin SMPN 5 Kota Tangerang pada awal masa jabatan sebagai kepala sekolah. Di sekolah tersebut, banyak prestasi yang diraih siswa, baik akademik maupun non akademik. Sedikitnya 94 prestasi diraih SMPN 5 Kota Tangerang selama Mulyono Sobar memimpin.
Selain di SMPN 5, dia juga pernah menjabat sebagai kepala sekolah di SMPN 13 Kota Tangerang. Di sana jumlah prestasi tingkat kota, provinsi maupun nasional yang diraih meningkat. Sebanyak 136 prestasi direbut SMPN 13 Kota Tangerang.
Mulyono Sobar kemudian memimpin SMPN 1 Kota Tangerang pada tahun 2019 lalu. Baru berjalan dua tahun, siswa maupun sekolah tersebut sudah mendapatkan 50 piagam atau piala juara.
Untuk dapat konsisten memperoleh prestasi, Mulyono tidak melupakan proses yang harus ditempuh. Ikhtiar kata dia, tidak boleh putus dilakukan.
“Untuk berprestasi itu harus ditemukan di setiap sekolah dimana kita bertugas, baik itu akademisnya maupun ekstrakurikulernya. Intinya tetap ikhtiar untuk meningkatkan mutu,” ujar Mulyono saat ditemui Satelit News di SMPN 1 Kota Tangerang, Sabtu (25/9/2021).
Lulusan terbaik S2 Teknologi Pendidikan di Untirta itu mengatakan dukungan dari orang-orang sekitarnya turut mempermudah usaha meraih prestasi. Selain itu dibutuhkan pengalaman serta dedikasi yang cukup lama di dunia pendidikan. Menurut Mulyono, tidak mudah untuk menjadi guru dan kepala sekolah berprestasi serta inspiratif.
“Sebetulnya di sekolah itu tidak bisa bekerja sendiri. Di sekolah-sekolah itu, berawal dari proses analisis SWOT, mencari kelebihan dan kekurangan. Itu nanti akan muncul (kelebihan dan kekurangan). Nah kemudian itu dicari solusinya dan diselesaikan secara bersama. Pada prinsipnya setelah melakukan itu, selalu saya kerjakan seperti itu di setiap sekolah. Itu menjadi tantangan buat kita sehingga jadi peluang untuk menjadi prestasi,” jelas Mulyono.
Berbicara tentang pengalaman, Mulyono sudah aktif sejak semasa muda. Pada tahun 1995, dia menjadi delegasi Indonesia untuk study banding ke Jepang selama 40 hari melalui program persahabatan. Selanjutnya di tahun 2008, dipilih dan ditugaskan menjadi delegasi ke Korea Selatan dalam program pelatihan. Kala itu sebanyak 12 12 orang dari Provinsi Banten mengikuti kegiatan tersebut.
Selanjutnya, pada tahun 2014, dirinya menjadi kepala sekolah berprestasi tingkat Kota Tangerang. Kemudian di tahun 2015, masuk 5 besar atau masuk finalis kepala sekolah terbaik uji kompetensi tingkat Nasional.
Setelah itu, pada tahun 2018 juara 1 kepala sekolah berprestasi tingkat Kota Tangerang di tahun 2018 dan juara 1 kepala sekolah berprestasi tingkat Provinsi Banten di tahun 2018.
Kemudian, menjadi partisipasi sekolah Adiwiyata tingkat ASEAN Eco School di tahun 2019. Lalu juara 1 lomba literasi Dinas Pendidikan Kota Tangerang di tahun 2019. Juara 1 lomba karate tingkat kota Tangerang di tahun 2019.
“Ada beberapa hal lagi, baik tingkat nasional maupun provinsi, salah satunya juga ada lomba sekolah sekolah sehat,” ucapnya.
Mulyoni menyatakan untuk memperoleh suatu keberhasilan atau prestasi, semuanya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Tentunya dengan melakukan berbagai persiapan, kerja keras serta keyakinan.
“Kita fokus pembinaannya secara serius, baik eksternal maupun internal. Jadi kemudian ketika ada lomba, kita lakukan pelatihan secara instens dan itu dilakukan dengan sangat baik. Itu tidak menghianati proses, hasilnya bagus dan prosesnya juga bagus. Jadi sebetulnya beberapa hal yang sifatnya pribadi, personal atau kelembagaan. Insya Allah kita berikhtiar untuk menjadi terbaik dan lebih baik,” pungkasnya. (gatot)