SATELITNEWS.ID, LEBAK—Dalam beberapa hari terakhir harga komoditi cabai merah keriting dan minyak sayur merangkak naik di Pasar Rangkasbitung Lebak dan di sejumlah pasar lainnya di Kabupaten Lebak. Kenaikan itu dipicu cuaca dan diakibatkan naiknya minyak kelapa sawit mentah.
Berdasarkan pemantauan Dinas Industri dan Perdagangan (Indag) Lebak, harga bahan utama sambal tersebut bahkan sudah dibanderol sekitar Rp 50 ribu/Kg.
“Harga cabai merah memang sedang terjadi kenaikan, dari biasanya di kisaran Rp 30 ribu per Kilogram sekarang sudah mencapai Rp 40.000-Rp 48.000 per Kg di Pasar Rangkasbitung. Kalau di pasar lain bisa mencapai Rp 50.000 kilogram,” kata Kabid Perdagangan Dinas Indag Lebak, Dedi Setiawan, Selasa (9/11/2021).
Namun dijelaskan Dedi, harga cabai memang terjadi fluktuasi. Menurutnya, kenaikan harga cabai disebabkan kondisi cuaca yang memasuki musim penghujan. “Untuk komoditi lain terpantau harganya normal, hanya cabai merah saja yang memang mengalami kenaikan signifikan, tetapi ketersediannya aman,” katanya.
Selain cabai, harga minyak goreng juga terpantau masih terjadi kenaikan. Harga minyak goreng dari Rp15 ribu per liter mengalami kenaikan sekitar Rp 3.000. “Kenaikan harga minyak goreng disebabkan karena harga crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah internasional juga terjadi kenaikan,” imbuhnya.
Seorang pedagang di pasar Rangkasbitung, Anah (37) mengaku cukup keberatan dengan adanya kenaikan komoditi ini. Sebab, dengan adanya kenaikan ini membuat pembeli mengeluh. “Naiknya lumayan besar, jadi para pembeli mengeluh. Ya soal pasokan memang masih ada tapi pembeli mulai mengurangi jumlah pembeliannya,” katanya.(mulyana)
Baca Juga: Harga Cabai Oranye di Pasar Rangkasbitung tak Kunjung Turun
























