SATELITNEWS.COM, SERANG — Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda masih berlangsung, dengan status Level III atau Siaga.
Erupsi GAK yang berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 23.07 WIB tersebut disertai suara gemuruh, dentuman dan fenomena semburan yang menyerupai lava fountain.
Dampak aktivitas vulkanik tersebut, mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Serang. Abu vulkanik terpantau menyebar ke sedikitnya tujuh kecamatan, yakni Anyer, Cinangka, Ciomas, Mancak, Pabuaran, Baros dan Padarincang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk sebaran abu vulkanik yang masuk ke wilayah Kabupaten Serang.
“Untuk kondisi GAK saat ini, masih Level III atau Siaga. Kami terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan BPBD Provinsi Banten, pemerintah kecamatan, desa, Destana serta unsur terkait lainnya,” ujar Ajat, Minggu (6/9/2026).
Menurutnya, sebaran abu vulkanik masih bersifat dinamis dan sangat bergantung pada arah serta kecepatan angin. Karena itu, BPBD terus melakukan inventarisasi terhadap wilayah yang terdampak.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus, 14 Letusan Tercatat Sejak 4 September
“Data ini masih sementara dan terus kami perbarui, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan,” tandasnya.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Serang belum menerima laporan adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat erupsi. Kondisi masyarakat secara umum juga, masih terpantau kondusif.
Ajat juga memberikan penjelasan terkait informasi mengenai suara Early Warning System (EWS), yang disebut terdengar oleh masyarakat, termasuk dari lingkungan Pesantren Annajah. Ia menegaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan BPBD Provinsi Banten selaku pengendali EWS, seluruh perangkat EWS yang berada di Kabupaten Serang dipastikan tidak mengalami aktivasi.
“Untuk EWS yang terpasang di Kabupaten Serang, yaitu di Anyer, Bulakan, Karangsuraga, Salira, Sumuranja dan Argawana, hasil konfirmasi kami tidak berbunyi sejak kemarin sampai hari ini,” ujarnya.
Khusus terkait informasi suara EWS yang disebut terdengar di sekitar Pesantren Annajah, BPBD juga telah melakukan pengecekan terhadap dua titik EWS terdekat, yakni Bulakan dan Karangsuraga.
“Kami sudah koordinasi dengan BPBD Provinsi Banten dan Destana Bulakan serta Karangsuraga. Keduanya dipastikan tidak teraktivasi,” kata Ajat.
Baca Juga: Waspada Sebaran Abu Vulkanik GAK, Masyarakat Diminta Gunakan Masker
BPBD Kabupaten Serang juga berkoordinasi dengan Kantor Stasiun Pemantau Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Kecamatan Cinangka, untuk memastikan sumber suara yang dilaporkan masyarakat.
Ajat mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik, untuk tetap tenang dan tidak panik. Warga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta menggunakan pelindung mata apabila terjadi hujan abu.
Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, jika konsentrasi abu meningkat, menutup sumber air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu, serta membersihkan abu pada bangunan dengan tetap memperhatikan keselamatan.
“Yang paling penting, masyarakat tetap tenang, jangan panik, tetapi tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” tegas Ajat.
Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. PVMBG merekomendasikan masyarakat, wisatawan dan pendaki untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
Sementara itu, berdasarkan evaluasi PVMBG, tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 2018 masih relatif kecil sehingga saat ini tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. Meski demikian, pemantauan aktivitas dan perubahan morfologi gunung terus dilakukan secara intensif.
Ajat menegaskan BPBD Kabupaten Serang akan terus melakukan monitoring dan koordinasi lintas instansi. Apabila terjadi perkembangan signifikan atau aktivasi EWS, informasi akan segera disampaikan kepada masyarakat.
“Kami terus melakukan pemantauan. Kalau ada perkembangan signifikan, akan segera kami informasikan kepada masyarakat,” pungkas Ajat. (sidik)
























