SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten diminta untuk membantu pemerintah provinsi di dalam melakukan pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19. Permintaan itu diungkapkan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy saat menghadiri pelantikan M Azzari Jayabaya sebagai Ketua Umum Kadin Banten 2021-2026 di Aula Hanggar Jayabaya, Lebak, Rabu (12/1).
“Pemprov Banten berharap Kadin Banten sebagai mitra strategis Pemda, membantu Pemprov Banten dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Banten terkait pemulihan ekonomi daerah,”kata Andika dalam acara yang juga dihadiri Ketua Umum Kadin Indonesia M Arsjad Rasjid serta Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Ekonomi Daerah Kadin Indonesia, Mulyadi Jayabaya dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya tersebut.
Menurut Andika, survei BPS menunjukkan bahwa Provinsi Banten merupakan salah satu dari 4 provinsi utama dimana para pelaku usahanya paling berdampak akibat penurunan permintaan selama masa pandemi Covid-19. Karena itu, diperlukan stimulus ekonomi yang diharapkan mampu meningkatkan daya beli, peningkatan permodalan, distribusi produk, penyediaan bahan baku maupun produktivitas usaha dan industri.
Pemprov Banten, kata Andika, juga berharap Kadin Banten bersama-sama stakeholder pembangunan di Provinsi Banten dapat meningkatkan optimisme segenap pelaku industri.
“Serta memberikan rekomendasi atau preskripsi yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan bagi Pemda baik Pemprov Banten dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten terkait dengan implementasi kebijakan, program dan kegiatan pembangunan dalam rangka pemulihan ekonomi di Provinsi Banten,” paparnya.
Di masa pandemi Covid-19, lanjut Andika, Pemprov Banten fokus pada penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi dan program perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19. Di bidang perlindungan sosial, Pemprov Banten telah memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang rentan terdampak Covid-19. Sehingga, menurutnya, program CSR berbasis pemberdayaan masyarakat rentan terdampak Covid-19 dapat dikombinasikan dengan bantuan sosial yang diberikan Pemprov Banten kepada masyarakat rentan terdampak Covid-19.
Baca Juga: Warga Banten Mulai Tak Takut Cek Kesehatan
Andika mengatakan, Pemprov Banten berkomitmen untuk meningkatkan daya saing iklim investasi di Provinsi Banten. Untuk meningkatkan investasi, kata Andika, diperlukan penciptaan iklim investasi yang kondusif dan aman.
Selain itu, daya saing investasi daerah menjadi aspek penentu dalam peningkatan investasi. Fasilitas-fasilitas yang disediakan akan menentukan posisi daya saing investasi. Mulai dari potensi ekonominya sendiri hingga pembangunan infrastruktur yang merupakan faktor yang sangat penting untuk menarik investasi.
“Serta aspek perijinan mengenai prosedur dan biaya yang terkait dengan proses lisensi atau perijinan juga menjadi perhatian Provinsi Banten dalam meningkatkan daya saing iklim investasi di Provinsi Banten,” imbuhnya.
Amal Jayabaya dalam sambutannya mengaku optimis bangkitnya pertumbuhan Banten di tahun 2021 karena adanya pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah. Selaras dengan Kadin Indonesia, kata Amal, Kadin Banten akan mendukung penuh program Kadin Indonesia.
“Salah satu fokus Kadin dalam upaya pemulihan kesehatan adalah dengan berkontribusi membantu pemerintah merealisasikan program pemulihan ekonomi dan kesehatan,” ujarnya.
Arsjad Rasjid mengatakan, percaya dengan kepengurusan Kadin Banten di bawah kepemimpinan Amal Jayabaya akan mampu bersinergi dengan pemerintah. “Ekonomi Indonesia bisa kuat bila UMKM-nya kuat. Karenanya bagaimana kita terus melakukan penguatan dan pengembangan usaha UMKM,” katanya. (gatot)
Baca Juga: Ribuan Pramuka Garuda Lebak Didorong Jadi Generasi Berkarakter
























