SATELITNEWS.ID, TANGERANG-Pemberian edukasi terhadap wanita tentang bahaya dan deteksi dini kanker payudara sangat penting. Hal ini mendorong Komunitas Peduli Kanker Payudara (KPKPKT) menjalin kerjasama dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), untuk menangani penyakit berbahaya tersebut. Kerjasama ini sekaligus memperingati Hari Kanker Sedunia.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang, Yuli Zaki Iskandar mengatakan, kerjasama tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan pemahaman masyarakat, dalam penanganan penyakit kanker payudara di Kabupaten Tangerang dan sekitarnya.
Lanjut Yuli, berdasarkan data Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang, sebagai salah satu RS rujukan tingkat Provinsi Banten, didapatkan angka penderita kanker payudara di Provinsi Banten cukup tinggi. Seperti pada tahun 2019 saja, pasien yang berobat sebanyak 4.289 pasien, dimana sekitar 12 persen atau 503 penderita merupakan pasien baru.
“Kebanyakan dari pasien ini merupakan pasien dengan stadium lanjut yang angka kesakitan dan kematiannya sangat tinggi sekali,” katanya, usai penandantanganan kerjasama, Rabu (16/2).
Menurut Yuli, edukasi kepada para wanita di Tangerang merupakan salah satu upaya akan pentingnya melakukan deteksi lebih dini, jika mereka merasakan ada gangguan atau mengarah kanker payudara sangat diperlukan. Dia pun berharap, melalui KPKPKT ini dapat membuka wawasan dan kepedulian tentang kelainan atau keganasan pada payudara, khususnya untuk ibu-ibu di Kabupaten Tangerang.
“Kita terus memberikan pemahaman kepada masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya para kader PKK desa untuk mendeteksi lebih awal akan gejala dan bahayanya kanker payudara,” tuturnya.
Baca Juga: Fraksi Demokrat Setujui Perubahan APBD Kabupaten Tangerang 2026, Soroti SiLPA hingga Banjir
Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Linda Agum Gumelar mengatakan, data tahun 2020 menunjukan tingginya angka kasus kanker payudara yang menyebabkan kematian. Menurutnya, hal tersebut cukup memprihatinkan dan menjadi perhatian seluruh stakeholder.
Untuk itu, kata Linda, YKPI menggandeng Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Komunitas Peduli Kanker Payudara Kabupaten Tangerang menjalin kerjasama, dalam rangka menekan angka kematian akibat kanker payudara.
“Penandatanganan kerjasama antara Yayasan Kanker Payudara Indonesia dengan Komunitas Peduli Kanker Payudara Kabupaten Tangerang, untuk melaksanakan proyek percontohan dengan tema penguatan kemampuan melaksanakan deteksi dini kanker payudara pada tenaga kesehatan di Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Linda juga mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang selama ini, mengingat satu-satunya kabupaten di Indonesia yang begitu besar kepedulian terhadap permasalahan kanker payudara. Terlebih lagi kata dia, dengan adanya dukungan dari Bupati Tangerang yang telah mengeluarkan keputusan untuk membentuk KPKPKT.
“Saya sangat mengapresiasi terhadap Bupati Tangerang dan ucapkan terima kasih kepada Bupati Tangerang, yang telah membentuk tim kanker payudara di Kabupaten Tangerang dan kepeduliannya yang begitu besar terhadap permasalahan ini,” katanya.
Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, bahwa rangkaian kerjasama tersebut dilakukan untuk mendukung dan memaksimalkan fasilitas yang dimiliki, agar pelayanan terhadap penderita gangguan payudara didaerahnya tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Baca Juga: Maulidur Rasul Fest 1448 H di Citra Raya, Perkuat Masjid sebagai Pusat Peradaban
“Alhamdulillah, kami patut bersyukur dan bangga bahwa fasilitas dan tenaga kesehatan yang dimiliki RSU Tangerang, menjadi salah satu rujukan kesehatan se-Provinsi Banten dalam menangani kasus kanker payudara,” kata Zaki kepada Satelit News, Rabu (16/2).
Zaki mengatakan, selama ini penanganan dan penanggulangan kanker payudara di Kabupaten Tangerang dan sekitarnya masih terbilang sangat komplek, karena mulai dari luas wilayah, populasi dan kultur masyarakat sampai dengan Sumber Daya Manusia (SDM) kondisinya masih terbatas.
“Tidak mudah dalam menekan angka kasus kanker payudara, serta memberikan pemahaman dini terhadap bahayanya kanker payudara kepada masyarakat,” katanya.
Oleh karena itu, lanjut Zaki, dengan dukungan dari Pemerintah Daerah, rumah sakit, penyelenggara fasilitas kesehatan, dokter, tenaga medis maupun organisasi/komunitas peduli kanker, upaya-upaya melalui promosi kesehatan, skrining deteksi dini sampai dengan pengobatan standar, dapat dilakukan dengan lebih mudah dan berkesinambungan.
“Saya berharap, kita semua serius mendukung dan mensukseskan progran kerjasama ini, sehingga kerjasama ini benar-benar bisa membawa manfaat yang bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat secara merata,” pungkasnya. (alfian/aditya)


















