SATELITNEWS.ID, TANGSEL — Minyak goreng masih menjadi primadona di Tangerang Selatan. Keberadaannya membuat diburu banyak orang. Bahkan di salah satu pasar swalayan, warga rela mengantre hanya untuk mendapatkan kebutuhan untuk memasak tersebut.
Seperti terlihat di pasar swalayan yang berada di Pondok Aren. Puluhan warga yang didominasi emak-emak sampai mengantre untuk membeli minyak goreng kemasan, Minggu (06/03/2022). Antrean hingga mencapai sekitar sembilan meter yang terjadi pagi sekitar pukul 10.00 Wib itu lantaran produk yang dicari tak kunjung datang.
Saat minyak yang ditunggu tiba, mereka langsung berebut. Namun hal itu tak berlangsung lama. Setelah minyak goreng didapat, antrean pun perlahan terurai.
Sofiah (40) salah satu warga yang ikut mengantre menuturkan, kelangkaan minyak goreng ini telah menyusahkan warga, terutama kaum emak-emak karena barang tersebut sangat dibutuhkan untuk memasak.
“Kalau di rumah ga ada minyak goreng kita yang pusing, mau masak susah,” tuturnya.
Dia berharap kelangkaan ini segera berlalu dengan harga yang normal. “Harapannya sih jangan sampe naik harganya, begitu juga harga kebutuhan pokok lainnya,” harapnya.
Baca Juga: Minyakita Dikeluarkan dari Bansos, Dialihkan ke Pasar Rakyat
Lain halnya dengan Rumini (45). Dia mengaku terkejut melihat terjadinya antrean tersebut karena sebelumnya tidak pernah terjadi antrean minyak goreng di swalayan itu.
“Sebelumnya gak pernah ada antrean kayak gini, baru kali ini aja sampe ngantri,” ujarnya.
Dia mengaku sudah antre hampir satu jam untuk mendapat giliran hanya mendapatkan satu kemasan minyak goreng itu.
Dia berharap tidak terjadi lagi kelangkaan minyak goreng seperti ini. Dia mengaku juga sudah berkeliling ke banyak pasar swalayan untuk mencari minyak goreng namun hasilnya nihil.
Harga Telur Ayam Mulai Naik
Baca Juga: Tumpahan 80 Kg Minyak Curah di Ciputat Bikin Licin, Jalan Sempat Ditutup
Sementara, harga sejumlah komoditi lainnya serempak melonjak naik. Salah satunya telur ayam.
Imas, pedagang telor di Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, mengatakan harga telur kini dibanderol senilai Rp 22,500 per kilogram.
“Biasanya harga normal antara 19 ribu hingga 20 ribu rupiah sekilo,” katanya di Jalan Raya Pamulang II, Minggu (6/2/2022).
Imas mengaku kurang paham soal alasan kenaikan harga telur ayam boiler. “Dari sananya udah naik sih,” singkatnya.
Sementara, Asraf, pedagang ayam potong di Pasar Serpong memastikan bahwa dirinya pernah ditanyai langsung oleh Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi. Pejabat tinggi negara itu menanyakan soal harga komoditi pangan.
“Saya bilang harga makin pada tambah mahal. Keluhannya sepi,” ujarnya. Kondisi ini diyakini akan semakin naik menjelang bulan suci Ramadan kala permintaan pasar meningkat. (jarkasih)
























