SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Mayoritas warga, khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial (Bansos) mengaku, program itu sangat membantu meringankan beban terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari.
Seperti program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang saat ini penyalurannya menjadi tunai di Kantor Pos, dinilai memudahkan KPM untuk mencairkan bantuan tersebut.
“Kami senang. Karena uangnya bisa kami manfaatkan untuk membeli kebutuhan sembako. Kami bisa membeli beragam bahan pokok, untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari – hari,” aku Elah, seorang KPM asal Kabupaten Pandeglang, Rabu (16/3/2022).
Ia berharap, ke depan bantuan itu terus dipertahankan oleh pemerintah. Jika perlu harapnya, nanti anggarannya ditambah. Karena, ini menyangkut hajat hidup masyarakat, khususnya yang kurang mampu.
KPM lainnya asal Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Rustan mengaku, sejak ia masuk sebagai penerima bansos (BPNT), kebutuhan pokoknya merasa terbantu. Terlebih, ia harus memenuhi kebutuhan 4 orang anak dan 1 istrinya.
“Saya hanya buruh serabutan, penghasilan harian saya tidak menentu. Dengan adanya bantuan sosial ini, tentunya sangat membantu saya dan warga sekitar,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Pandeglang Dukung Kerja Sama Pelatihan Vokasi dengan BBPVP Serang
Sementara, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang, Nuriah menyatakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran agar realisasi Bansos (BPNT) dilakukan di Kantor Pos, atau jika perlu Kantor Pos jemput bola melayani masyarakat.
“Bansos ini, salah satu tujuannya adalah sebagai langkah memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat. Sehingga, dengan pangan yang bergizi bisa menekan kasus stunting atau persoalan kesehatan lainnya,” ungkap Nuriah.
Ia juga berharap, semua pihak mendukung dan menyukseskan program bansos tersebut. “Soal apakah nantinya program ini akan kontinyu atau tidak, kami hanya menunggu arahan dan instruksi dari Kemensos,” pungkasnya.
Diketahui, Kementerian Sosial (Kemensos) RI mengeluarkan program Bansos (BPNT), yang disalurkan kepada masyarakat Se-Indonesia sebagai bentuk kompensasi dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.
Sebelumnya, realisasi Bansos itu dilakukan secara non tunai. Artinya, KPM menerima dalam bentuk sembako. Hanya saja, dalam perjalanannya terjadi perubahan kebijakan, yaitu bantuannya direalisasikan dalam bentuk tunai. Jadi, masyarakat bisa belanja dimana saja, dengan tetap membelanjakan sembako. (mardiana)



















