SATELITNEWS.ID, TANGERANG – Bulan ramadan, semua umat muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa. Tak terkecuali bagi para ibu yang memiliki bayi yang masih membutuhkan ASI.
Nah, bagi para Ibu yang sedang menyusui tentu harus mempertimbangkan kondisi fisik dan juga anaknya jika hendak memutuskan untuk berpuasa.
Pasalnya, jika seorang ibu ingin menjalankan ibdah puasa, sebaiknya untuk melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Diungkapkan oleh Dokter Spesialis Anak dr. Melisa Lilisari, SpA, Mkes, jika bayi masih berusia di bawah 6 bulan, tentu bayi hanya mengonsumsi ASI atau ASI eksklusif, sehingga jika para ibu memeutuskan untuk berpuasa, harus memmikirkan beberapa hal.
“Hal itu mengingat pada usia tersebut bayi hanya mengkonsumsi ASI, berbeda dengan bayi yang lebih besar yang sudah mendapatkan MPASI,” ujarnya kepada wartawan, (4/4/2022).
Lantas, jika para ibu berpuasa, apakah ASI akan berkurang ?
“Produksi ASI tidak akan terganggu saat ibu menyusui berpuasa selama bayinya tetap menyusui, karena adanya rangsangan dari bayi melalui proses menghisap payudara saat menyusui dan tubuh ibu juga akan menyesuaikan saat berpuasa,” jelasnya.
Menurut dr. Melisa, tubuh memiliki proses adaptasi dengan mengambil sumber cadangan lemak tubuh. Kandungan nutrisi mikronutrien pada ASI (kalium, magnesium, seng) bisa saja mengalami sedikit perubahan, namun tidak dengan nutrisi makronutrien (karbohidrat, protein, lemak).
“Namun hal ini tidak terlalu signifikan, bisa teratasi saat ibu sudah dapat makan kembali (saat berbuka dan sahur),” jelasnya.
“Selama bayi tetap disusui sesuai keinginannya, bayi tetap mendapatkan nutrisi yang cukup sebagaimana biasanya,” tambahnya.
Namun, ada syarat lainnya untuk para Busui boleh puasa
1. Tidak ada keluhan buang air kecil menjadi jarang dan berwarna kepekatan.
2. Keluhan yang berkaitan dengan kemungkinan dehidrasi seperti pusing, bibir kering, lemas, pandangan berkunang-kunang, buang air kecil jarang dan berwarna kepekatan, harus diwaspadai.
Demikian, informasi untuk para Busui yang tetap menjalankan ibadah puasa. Hal itu, agar para ibu lebih mempertimbangkan kembali. (maya)