SATELITNEWS.ID, SERANG—Dinas Perumahan Rakyat dan kawasan permukiman (DPRKP) Kota Serang menegaskan bahwa tidak ada relokasi bagi korban banjir meskipun kategori rumah rusak berat atau hanyut sekalipun. DPRKP hanya memastikan pemilik rumah bersertifikat yang terdampak banjir sejumlah 229 akan mendapatkan bantuan sesuai dengan kategori masing-masing.
“Rumah yang terdampak semuanya diberi bantuan, kalau amblas apalagi, kalau (rumah) kebawa (arus) apalagi kan namanya rusak berat pasti ya dapat perbantuan. Yang jelas dapat bantuan, untuk relokasi enggak ada relokasi di kita (DPRKP),” ujar Kepala DPRKP Kota Serang Nofriadi Eka Putra, Senin (4/4).
Nofri menjelaskan, nominal untuk bantuan rumah terdampak banjir dengan kategori ringan sebesar Rp5 juta, untuk kategori rusak sedang akan menerima bantuan sebesar Rp10 juta dan rumah dengan kategori rusak berat sebesar Rp17 juta. Saat ini, proses penyaluran bantuan masih dalam tahap transfer dana dari BPKAD Kota Serang ke rekening DPRKP Kota Serang.
“Prosesnya sekarang penginputan selesai, pendataan sudah selesai tinggal sekarang penyaluran. Sekarang penyaluran (bantuan) itu dari BPKAD penyaluran bantuannya ke rekening DPRKP,” ucapnya.
Ia mengatakan, bantuan akan diberikan berdasarkan data yang ada pada DPRKP. Pendataan rumah terdampak itu dilakukan dengan menginput data dan melakukan verifikasi kelengkapan berkas seperti sertifikat.
“Kita hanya melihat bidang tanah dan sertifikat. Kalau ada dua rumah satu sertifikat, maka pemilik atas nama yang tertera di sertifikat itu yang diberikan bantuan,” tuturnya.
Baca Juga: Relokasi Kabel Udara di Tangerang Selatan Terus Berlanjut
Nofri meminta kepada seluruh masyarakat Kota Serang yang terdampak rumahnya agar bersabar dan memastikan semuanya mendapatkan bantuan. Dalam waktu dekat, kata dia, mudah-mudahan bulan April ini bantuan tersebut dapat tersalurkan kepada masyarakat.
“Semua rumah yang terdampak banjir tetap akan kita berikan bantuan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, bantuan itu akan diberikan oleh pak wali. Mohon bersabar kepada masyarakat terdampak, mudah-mudahan bulan ini bantuan akan disalurkan ke yang berhak menerima bantuan,” katanya.
Diakhir ia mengatakan bahwa saat ini Pemprov Banten telah memberikan bantuan sejumlah satu unit rumah dengan kategori berat. Namun ia mengaku belum memiliki data secara rinci, dan mengarahkan agar meminta data ke bidang permukiman.
“Bantuan dari Provinsi sudah ada satu unit rumah, baru satu unit rumah. Saya enggak tahu datanya, ke pak Dadan ke bidang Permukiman,” tandasnya.
Kepala BPKAD Kota Serang Wachyu Budhi Kristiawan, pihaknya akan melakukan transfer kepada DPRKP pekan ini. Ia pun meminta agar pihak DPRKP memberikan data secara rinci agar dirinya dapat merinci berapa besaran DTT yang diserahkan.
“Minggu ini insyaallah, kemarin kita sudah verifikasi, Perkim menyerahkan data, kemarin kita tanyakan ini benar-benar yang sah menerima bantuan atau tidak, ternyata dari Perkim sendiri mengatakan bahwa masih ada masalah teknis dan sebagainya,” jelasnya.
Baca Juga: Nasib Malang Rupiah
Ia mengaku tidak mengetahui besaran DTT yang akan ditransfer, sebab sebelumnya DTT sudah digunakan lebih dari Rp1 miliar untuk mengatasi tanggap darurat banjir.
“Mungkin di meja saya hari ini (datanya),” ucapnya. (muf/bnn/gatot)
























