SATELITNEWS.ID, SERPONG—Pemilu 2019 lalu bisa disebut menyisakan tragedi mendalam. Banyak tenaga Ad hoc, seperti petugas Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) Panitia Pemungutan Suasa (PPS) dan Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang meninggal dunia.
Banyaknya tenaga Ad Hoc yang meninggal dunia itu, disebut-sebut lantaran beratnya beban tugas, sehingga kelelahan saat bertugas dan ditambah dengan penyakit bawaan menjadi penyebab banyak yang meninggal dunia.
Berkaca dari tragedi itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengeluarkan aturan untuk tahapan seleksi tenaga Ad hoc, dengan memperketat kembali persyaratan bagi para calon.
Ketua KPU Kota Tangsel, M Taufiq MZ, mengatakan persyaratan yang diperketat yaitu terkait tes kesehatan dan batas usia para calon tenaga Ad hoc untuk Pemilu 2024 nanti.
“Kita semua tidak ingin kejadian lalu terulang lagi. Makanya beberapa waktu lalu, telah ada semacam kesepakatan untuk lebih memperketat aturan seleksi, terutama terkait tes kesehatan para calon. Kami para ketua KPU se Banten juga telah konsolidasi, dengan dipimpin langsung komisioner KPU RI terkait persiapan aturan ini,” ungkapnya.
“Tapi kan nantinya bisa jadi dengan aturan yang ketat itu akan semakin sedikitnya peminat untuk mnejadi tenaga Ad hoc. Maka dari itu, ada juga tambahan aturan baru, yaitu akan ditambahnya honor untuk mereka,” ungkapnya.
Baca Juga: Bank Indonesia Buka Seleksi Pendidikan Calon Pegawai Asisten Manajer, Cek Persyaratannya
Bahkan sepengetahuannya, honor bisa tiga kali lipat kenaikannya dibanding dengan Pemilu 2019. Aturan lebih lanjutnya bisa berupa pasal dalam Peraturan KPU atau bisa dalam bentuk surat keputusan dan lainnya.
Sebenarnya, pada Pemilu 2019 juga ada aturan terkait batas usia tenaga Ad hoc. Namun karena bentuknya surat edaran, sehingga proses seleksi tidak begitu ketat.
“Kalau nanti kan bentuknya aturan tegas, jadi nanti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangsel juga langsung mengawasi dan memberi sanksi jika ada aturan yang tidak kami jalankan degan baik,” paparnya.
Perhelatan Pemilu 2019 mendapatkan banyak evaluasi sehingga diharapkan Pemilu 2024 nanti akan jauh lebih baik lagi. “Semoga Pemilu 2024 nanti jauh lebih baik lagi, karena kita selalu melakuakn evaluasi dan memiliki pengalaman hadapi Pemilu serentak seperti 2019 kemarin,” pungkasnya. (jarkasih)
























