SATELITNEWS.ID, SERANG – Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, M Trenggono mengklaim jumlah penduduk warga miskin di Banten dalam satu tahun terakhir berkurang.
Hal ini, kata dia, meskipun peningkatan jumlah penduduk terus meningkat berbanding dengan laju pertumbuhan ekonomi.
“Pada triwulan satu tahun 2022 laju pertumbuhan ekonomi sebesar 4,97 persen. Lebih baik dibanding laju pertumbuhan ekonomi Triwulan III Tahun 2021 lalu yang tumbuh sebesar 4,51 persen,” kata Trenggono, Senin (18/7/2022).
Menurut Trenggono, berkurangnya angka penduduk warga miskin di Banten itu berdasarkan berita resmi statistik (BRS) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat, jumlah penduduk miskin pada Maret 2022 sebesar 814,02 ribu orang.
Angka itu, kata dia, turun 38,26 ribu orang dari data September 2021. Kemudian ada penurunan angka 53,21 ribu orang dari data pada Maret 2021.
“Alhamdulillah, penduduk miskin di Provinsi Banten pada Maret 2022 sebesar 6,16 persen. Data itu turun 0,34 poin persen poin September 2021. Kemudian dan juga menurun 0,50 persen poin pada Maret 2021,” katanya.
Baca Juga: DPRD Banten Pertanyakan Kekosongan Kepsek Hingga Plt Dirut RSUD
Trenggono menegaskan, data penurunan angka kemiskinan sudah jelas hasil survei BPS Banten.
“Ada data BPS ya nanti saya kirim,” tandasnya.
Diketahui, data BPS Banten untuk daerah tertinggal di perkotaan. Persentase penduduk miskin pada September 2021 sebesar 6,04 persen.
Turun menjadi 5,73 persen pada Maret 2022. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2021 sebesar 7,72 persen, turun menjadi 7,46 persen pada Maret 2022.
Sedangkan, jumlah penduduk miskin pada Maret 2022 perkotaan turun sebanyak 10,13 ribu orang. Penurunan angka itu dari 576,62 ribu orang pada September 2021 menurun menjadi 566,49 ribu orang pada Maret 2022).
Hal itu seiring penurunan angka kemiskinan di pedesaan. Semula sebanyak 28,12 ribu orang dari 275,66 ribu orang pada September 2021 menurun menjadi 247,54 ribu orang pada Maret 2022.
Baca Juga: Pemprov Banten Janji Segera Isi Kekosongan Jabatan Kepsek
Pada Maret 2022, secara rata-rata rumah tangga miskin di Provinsi Banten memiliki 4,86 orang anggota rumah tangga.
Ditanya jumlah warga miskin di Banten menurut data Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten? Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinsos Banten Budi Dharma Sumapradja mengaku, tidak hafal secara persis angka tersebut.
Kata dia, pendataan warga miskin di Banten dilakukan tidak sederhana. Karena penetapan warga miskin di Banten langsung oleh pemerintah pusat hasil dari laporan Dinsos Kabupaten/kota di Provinsi Banten.
Sementara, pihak Dinsos Banten hanya menerima laporan dari Kabupaten/Kota serta.
“Kalau data itu bukan hal yang sederhana, dilakukan oleh Pusat, kita hanya memonitor dan mengkoordinasikan saja, istilahnya kita memantau saja,” ujarnya.
Terkait, penurunan angka kemiskinan di Banten berdasarkan BPS, kata dia, itu juga merupakan hasil optimalisasi program pengentasan kemiskinan pemerintah pusat, Provins, bersama kabupaten/kota.
Untuk tahun ini, kata dia, diantaranya ada program jaminan sosial keluarga (Jamsosratu) sebanyak 50 ribu keluarga penerima manfaat (KPM).
Kemudian program usaha ekonomi produktif (UEP) sebanyak 1.900 KPM. Selanjutnya, ada program keluarga harapan (PKH) dari pemerintah pusat sebanyak 300 ribu KPM.
” Program itu, bersinergi dalam rangka menurunkan angka kemiskinan di Banten. Buktinya angka kemiskinan kita (di Banten-red) itu rata-rata dibawah angka nasional,” katanya.
Budi berharap, peran tim koordinasi peningkatan dan penanganan daeran dalam lebih bekerja secara optimal, tajam, dan aplikatif. Agar bisa lebih berpengaruh lagi dalam bekerja sama menangani angka kemiskinan.
“Saya harap para OPDnya lebih lebih tajam dan aplikatif. Seperti Dinas dinas yang berkaitan dengan penanganan kemiskinan. Ada Dinsos, Dinkes, Dinas Tenaga Kerja dan lainnya. Lebih bersinergi lagi dalam menanggulangi kemiskinan,” imbuhnya. (mg1)



















