SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG – Para Pegiat Seni di Banten melestarikan kebudayan lokal, dengan melaksanakan pentas teater rakyat Banten, Ubrug dan lomba masak kue tradisional jojorong. Kegiatan tersebut mendapat dukungan langsung dari Kementerian Kebudayaan.
Ketua Pelaksana Seminar Budaya Lomba Masak Kue Jojorong dan Pentas Teater Rakyat Banten, Aghniya Khaerunnisa mengatakan, tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk melestarikan tentang kebudayaan dari Kabupaten Pandeglang.
Selain menampilkan pentas seni teater ubrug, juga ada lomba masak kue tradisional jojorong.
“Jadi kue jojorong ini khas dari Pandeglang Banten, kue tradisional ini sudah ada sejak lama. Cuma generasi muda sekarang banyak yang tidak mengetahuinya, jadi diharapkan melalui kegiatan ini generasi muda dapat terus melestarikan,” kata Aghniya, di Bale Budaya Pandeglang, Sabtu (27/8/2022) malam.
Ketua Teater Sakala ini, juga menuturkan bahwa untuk lomba jojorong ini pihaknya menyediakan uang pembinaan, bagi juara satu mendapatkan uang senilai Rp10 juta, juara dua Rp8 juta, juara tiga Rp6 juta, juara harapan satu Rp5 juta, juara harapan dua Rp4 juta, juara harapan tiga Rp3 juta dan uang pembinaan favorit Rp3 juta
“Untuk peserta lomba jojorong kami terjun langsung untuk memilih peserta. Kami memilih 7 peserta agar tepat sasaran” tuturnya.
Baca Juga: Bupati Pandeglang Dukung Kerja Sama Pelatihan Vokasi dengan BBPVP Serang
Kemudian terkait dengan keberadaan kesenian ubrug, kata Agnia sejauh ini sudah cukup berkembang. Bahkan sekarang sudah ada beberapa anak muda yang sudah mengembangkan dengan melaksanakan kegiatan pementasan.
Sementara itu, Pembina Teater Sakala yang juga dewan juri lomba masak kue jojorong, Devit Tandfidzyah mengatakan, ada beberapa hal yang dinilai dalam lomba masak kue jojorong ini.
Antara lain mulai dari penyajian, kemudian komposisi bahan makanan.”Jadi yang juara satu itu yang gurih dan enak,” ujarnya. (sidik)
























