SATELITNEWS, KOSAMBI – Untuk mencegah terjadinya banjir di musim penghujan, Pemerintah Kecamatan Kosambi membongkar 320 bangunan liar (Bangli) di sepanjang Kali Bojong dan jalan-jalan, Selasa (11/10). Selain untuk mengantisipasi banjir, pembongkaran Bangli juga dilakukan guna menciptakan lingkungan yang bersih dan asri.
Camat Kosambi, Dadang Sudrajat mengatakan, pembongkaran bangunan liar di sepanjang Kali Bojong ini meliputi 6 desa dan 1 kelurahan, yaitu Desa Rawa Renggas, Rawa Burung, Jatimulya, Belimbing, Cengklong, Kosambi Timur, dan Kelurahan Kosambi Barat.
Dadang menjelaskan, penertiban bangunan liar ini dilakukan secara gotong-royong bersama warga, perangkat desa/lurah dan juga trantib kecamatan. Menurutnya, pembongkaran bangunan liar guna menciptakan lingkungan yang asri dan bersih, sehingga sedap untuk dipandang.
“Ini kita lakukan secara bersama-sama. Bahkan, pemilik banglinya pun ikut membantu untuk membongkar, karena sebelum kita lakukan pembongkaran, kita lakukan pendekatan edukasi terlebih dahulu kepada mereka,” kata Dadang kepada Satelit News, Selasa (11/10).
Lanjut Dadang, rencananya lahan-lahan yang sebelumnya ditempati bangunan liar, akan dijadikan sebagai lahan hijau. Selain menertibkan bangunan liar, pihaknya juga secara gotong-royong melakukan bersih-bersih saluran air dan pengerukan lumpur, serta sampah yang menyumbat drainase.
Hal itu kata Dadang, dilakukan guna mengantisipasi terjadinya banjir di wilayah Kecamatan Kosambi. Serta sesuai instruksi Sekretaris Daerah, dimana kecamatan, kelurahan, desa, dan warga harus bersinergi menjaga wilayahnya agar tidak terkena banjir.
“Intinya agar terbebas dari sampah, serta terciptanya lingkungan yang sehat. Ditambah juga sudah diinstruksikan oleh Pak Sekda juga. Nanti bekas banglinya akan kita jadikan lahan hijau,” katanya.
Kata Dadang, pengerukan sampah dan lumpur, serta penertiban bangunan liar akan terus dilakukan sampai akhir bulan Oktober 2022 mendatang. Sehingga, Kosambi bisa terbebas dari banjir yang selalu menghantui setiap tahunnya.
“Pemerintah Kecamatan Kosambi akan terus kebut pengerukan sampah dan lumpur di sepanjang kali, serta penertiban bangunan liar. Ini sudah masuk ke minggu kedua dalam pengerukan sampah, lumpur, dan penertiban bangli,” katanya.
Baca Juga: 3 Gudang Terbakar di Kosambi, Petugas Terkendala Pasokan Air
Untuk mengangkut sampah dan lumpur dari saluran air dan Kali Bojong, pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, dengan menerjunkan 10 armada truk, dan 3 ekskavator.
“10 armada truk dari DLHK, UPT 9 dan kecamatan serta 2 ekskavator dari CSR dan 1 ekskavator DLHK diturunkan untuk kegiatan gotong royong ini. Alhamdulillah, semuanya ikut bergerak dari Kades setempat serta masyarakat,” ungkapnya.
Dadang juga mengajak kepada semua lapisan masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat ke bersihan lingkungan, agar terbebas dari sampah baik di sepanjang kali dan di bahu jalan itu sendiri.
“Mari kita rawat lingkungan kita, jangan ada yang buang sampah sembarangan lagi. Sehingga tercipta lingkungan yang bersih, asri dan terbebas dari banjir,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Belimbing Maskota menambahkan, bahwa para pedagang menyadari jika area di sepanjang Kali Bojong, memang bukan untuk lokasi berjualan.
Menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua APDESI Kabupaten Tangerang, penertiban bangli ini dirasa sangatlah penting. Karena, selain membuat wilayah kumuh, adanya bangli dibantaran kali bisa mengancam keselamatan penghuninya sendiri.
Selain itu, menimbulkan kemacetan lalu lintas dan menyebabkan penumpukan sampah akibat adanya bangunan yang menjorok ke tengah kali.
“Alhamdulillah, masyarakat menurut dan mau membongkar banglinya masing-masing, tanpa harus dipaksa,” pungkasnya. (alfian/aditya)
Baca Juga: Tersangka Pembunuh Driver Ojol di Kosambi Berhasil Ditangkap
























