SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Asap tebal membubung tinggi ketika api membakar tiga bangunan gudang di Kawasan Pergudangan Sentra Kosambi, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Minggu (9/8). Kebakaran yang terjadi pada pagi hingga sore hari itu diawali dari korsleting listrik di gudang Shopee.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan berdasarkan keterangan saksi, api bermula dari korsleting listrik di gudang Shopee yang kemudian merembet ke bangunan sebelahnya yakni gudang plastik dan suku cadang kendaraan roda dua. Api selanjutnya menghanguskan gudang milik PT Indo Motor Manufacture dan PT Panca Putra Plastik
“Berdasarkan keterangan saksi, api berasal dari gudang milik online shop. Lalu merembet ke dua gudang lainnya, total gudang yang terbakar ada tiga di kawasan Pergudangan Kosambi, ” kata Achmad Taufik, Minggu (9/8).
Menurut Taufik, peristiwa ini sempat memicu kepanikan di sekitar lokasi sebelum petugas akhirnya datang. Kata Taufik, untuk memadamkan api yang terus berkobar menyelimuti tiga bangunan gudang, pihaknya menerjunkan sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran, dan 37 personel.
“Selain itu, kita juga dibantu oleh personil Koramil Teluknaga dan Polsek Teluknaga untuk memadamkan api, ” katanya.
Kata Taufik, api yang cukup besar sempat menyulitkan para petugas yang sedang berusaha memadamkan api tersebut. Selain api yang sangat besar, sulitnya pasokan air juga sempat membuat para petugas kesulitan untuk melakukan pemadaman.
Baca Juga: Kabupaten Tangerang Pertahankan Gelar Juara Umum Kejurprov Catur Banten
“Terdapat kendala karena sumber air cukup jauh. Sehingga memakan waktu untuk memadamkan api, ” jelasnya.
Di tempat terpisah, Komandan Regu Damkar pada BPBD Kabupaten Tangerang, Amirudin menambahkan petugas gabungan berusaha melakukan pemadaman dan pendinginan guna memastikan api tidak merembet ke blok pergudangan lainnya.
“Proses pemadaman dan pendinginan masih terus berlanjut, kita masih terus berupaya agar api tidak merembet ke bangunan lainnya, ” katanya.
Saat disinggung terkait kerugian dan korban jiwa, Amirudin mengaku, belum dapat memastikan berapa kerugian yang dialami para pemilik gudang. Dia
juga menyampaikan, bahwa korban jiwa ataupun luka belum dapat dipastikan, mengingat belum adanya laporan terkait hal tersebut.
“Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, sementara kerugian materiil akibat insiden ini masih dalam pendataan pihak berwenang, ” ujarnya. (alfian)

















