SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Masjid bukan sekadar tempat untuk menunaikan ibadah. Dari masjid, pendidikan, dakwah, ukhuwah, hingga pemberdayaan masyarakat dapat tumbuh dan berkembang. Semangat itulah yang diangkat dalam Maulidur Rasul Fest 1448 H di Masjid Birru Al Furqon, Grand Catania, Citra Raya, Kabupaten Tangerang.
Kegiatan yang digelar Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Birru Al Furqon Grand Catania Citra Raya Tangerang, Sabtu 26 September 2026 ini bekerja sama dengan jamaah, warga lingkungan Grand Catania, serta Forum DKM se-Citra Raya tersebut mencapai puncaknya melalui Pengajian Akbar bersama Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus Menteri Agama Republik Indonesia ke-19, Prof. Dr. KH. Said Agil Husin Al Munawar.
Maulidur Rasul Fest 1448 H digelar sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, sekaligus mengimplementasikan mindset baru Masjid Birru Al Furqon sebagai masjid peradaban.
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh ulama. Turut hadir para ketua DKM se-Citra Raya yang berjumlah 56 masjid dan musala yang tergabung dalam Forum DKM se-Citra Raya.
Forum tersebut dipimpin Ketua FDKM se-Citra Raya Ustadz Agus Kuswanto Maarif, Sekretaris Jenderal FDKM Ustadz Ahmad Zaeroji, Ketua Bidang Imaroh Ustadz Muda Eko Supriyanto, serta Ketua Bidang Riayah Ustadz Haji Ikin Shodikin.
Ketua DKM Masjid Birru Al Furqon, Dr. H. Mujianto, mengatakan rangkaian kegiatan bertajuk “Maulidur Rasul Fest 1448 H Bersama Masjid Birru”, dirancang untuk menguatkan nilai-nilai keagamaan dan fungsi masjid sebagai masjid peradaban.
Baca Juga: Hujan Tak Kunjung Turun, 300 KK di Sodong Tigaraksa Krisis Air Bersih
Menurut dia, momentum Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menggerakkan, sekaligus mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan peradaban umat.
“Fungsi masjid sebagai Baitulloh, dengan membuka agenda rangkaian Maulidur Rasul Fest 1448 H dengan Sholat Subuh berjamaah, dan dilanjutkan dengan kajian subuh spesial Maulidur Rasul dengan penceramah KH Ahmad Syaifurrahman. Adanya pembacaan Khotmil Quran 30 juz sebagai Baitul Quran-nya masjid oleh para jamaah, dan juga penguatan pemberdayaan jamaah dengan adanya pasar murah UMKM oleh jamaah dan warga,” ungkap Dr. Mujianto yang didampingi Panitia PHBI Masjid Birru Al Furqon Citra Raya Tangerang kepada Satelit News, Senin (28/9/2026).
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk menguatkan fungsi masjid sebagai Baitul Muamalah dan Baitul Ukhuwah, antara lain melalui doa bersama yang dilengkapi dengan ambengan dan tumpengan—takiran bersama jamaah.
Tidak berhenti pada kegiatan jamaah dewasa, Maulidur Rasul Fest 1448 H juga memberi ruang bagi anak-anak dan remaja.
Dr. H. Mujianto menjelaskan, upaya mendidik generasi anak-anak dan remaja agar mencintai masjid, diwujudkan melalui Lomba Cinta Nabi–Rindu Masjid bersama anak-anak TPA Birru Al Furqon.
“Selain itu, digelar pula Nongki Islami Remaja se-Citra Raya yang berkolaborasi dengan Forum DKM se-Citra Raya. Kegiatan tersebut diikuti para remaja dari lingkungan sekolah maupun Ikatan Remaja Masjid (Irmas) di kawasan Citra Raya,” jelasnya.
Sebagai agenda puncak, fungsi masjid sebagai Baitud Dakwah diwujudkan melalui Ngaji Bareng bersama Habib Prof. Dr. KH. Said Agil Husin Al Munawar.
Baca Juga: Buka Porsadin VII Kabupaten Tangerang, Bupati Dorong Santri Berprestasi
Ketua FDKM se-Citra Raya Ustadz Agus Kuswanto Maarif melalui Ketua Bidang Imaroh, Ustadz Muda Eko Supriyanto, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada DKM Masjid Birru Al Furqon, atas upayanya memakmurkan masjid dengan memperkuat nilai-nilai kemasjidan sebagai masjid peradaban.
Apresiasi tersebut disampaikan seiring digelarnya Ngaji Bareng bersama tokoh nasional dan guru bangsa, Prof. Dr. KH. Said Agil Husin Al Munawar.
“Maulidur Rasul Fest 1448 H di Masjid Birru Al Furqon dengan berbagai agenda, sejak subuh hingga malam hari menjadi momentum silaturahmi, sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan dan semangat cinta Rasul.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi pemantik bagi DKM se-Citra Raya untuk semakin menguatkan fungsi-fungsi masjid sebagai bagian dari peradaban umat dan jamaah di lingkungan Citra Raya.
“Peringatan Maulid Nabi di lingkungan Citra Raya sendiri dilaksanakan di 56 masjid dan musala yang tergabung dalam wadah Forum DKM se-Citra Raya. Masjid Birru Al Furqon menjadi lokasi pelaksanaan agenda pamungkas,” imbuhnya.
Dalam agenda tersebut, Habib Prof. Dr. KH. Said Agil Husin Al Munawar menerangkan makna dan hubungan antara Maulid, cinta kepada Nabi, serta masjid sebagai pusat pembinaan peradaban umat. Ia menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.
Kecintaan tersebut, menurutnya, bukan sekadar diwujudkan melalui perayaan seremonial, melainkan dengan menerjemahkan akhlak, ajaran, dan keteladanan Nabi dalam kehidupan nyata melalui ekspresi cinta yang substantif.
“Peringatan Maulid juga menjadi momentum, untuk menghidupkan fungsi sosial dan ilmu di masjid melalui penguatan moral, solidaritas sosial, serta kerja sama umat dalam membangun masyarakat yang damai dan beradab,” tandasnya.
Habib Prof. Dr. KH. Said Agil Husin Al Munawar juga menjelaskan, bahwa pada masa Rasulullah SAW, Masjid Nabawi menjadi titik sentral peradaban.
“Masjid Nabawi tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, seperti salat, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pendidikan, musyawarah, penyelesaian masalah umat, serta perekat persaudaraan atau ukhuwah,” terangnya.
Lanjutnya, Masjid Nabawi menjadi pusat belajar agama dan pengetahuan umum melalui majelis atau halaqah, yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Masjid tersebut juga menjadi tempat penampungan dan perlindungan bagi fakir miskin atau kaum Muhajirin, yang belum memiliki tempat tinggal.
Selain itu, Masjid Nabawi dijadikan tempat bermusyawarah untuk berdiskusi dan bermufakat, mengenai berbagai urusan umat Islam, mulai dari persoalan kemasyarakatan, penentuan kebijakan publik, urusan sosial, hingga strategi penting terkait pertahanan.
Dalam Mauidhoh Hasanah-nya, Prof. Dr. KH. Said Agil Husin Al Munawar menggarisbawahi, bahwa masjid dalam Islam bukan sekadar bangunan fisik atau tempat pelaksanaan salat semata. “Masjid merupakan institusi multidimensional yang mencakup fungsi ibadah, pendidikan, dakwah, sosial, kepemimpinan, keadilan, ekonomi, dan pembinaan spiritual,” jelasnya.
Seluruh fungsi tersebut, menurut dia, berakar kuat pada Al-Qur’an dan Sunnah, sehingga menjadikan masjid sebagai jantung kehidupan umat Islam sekaligus fondasi utama dalam membangun masyarakat yang beriman, berilmu, dan berkeadaban. (aditya)


















