SATELITNEWS.COM, SERANG—
Ketidakpastian situasi ekonomi global yang akan menimbulkan ancaman resesi pada tahun 2023 khususnya di Provinsi Banten membuat Apindo bergerak. Mereka mengirimkan surat untuk dapat melakukan komunikasi secara langsung dengan Pj Gubernur Banten Al Muktabar.
Ketua Apindo Banten Eddy Mursalim mengatakan dalam beberapa tahun terakhir ini banyak perusahaan di Provinsi Banten yang melakukan efisiensi. Serta semakin banyak juga perusahaan yang relokasi ke Provinsi Jawa Tengah mengingat Upah Minimum Kabupaten/Kota di sana cukup murah.
“Di sana UMK hanya berkisar 1.8 juta hingga 2 jutaan rupiah,”ujar Eddy.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Apindo Banten Tomy Rachmatullah mengungkap bahwa berdasarkan data BPS Banten industri manufaktur berkontribusi tertinggi dalam PDRB Banten yaitu 30,26%.
Lebih lanjut Industri manufaktur ini yang tertinggi menyerap tenaga kerja (23%) namun pertumbuhannya jauh dari harapan.
Saat ini industri manufaktur menghadapi pelemahan ekspor, menurunnya order, depresiasi rupiah, kenaikan suku bunga kredit dan kenaikan BBM.
Baca Juga: Negara Tak Larang Produk Non-Halal, BPJPH: Asalkan Ada Labelnya
Sebagaimana diketahui jumlah pengangguran di Provinsi Banten saat ini sudah lebih dari setengah juta orang dengan nominasi urutan ketiga tertinggi nasional. Untuk itu dirinya berharap ada sinergitas dan ruang komunikasi serta koordinasi yang lebih intens dengan Pemerintah Provinsi Banten melalui PJ Gubernur saat ini. (gatot)
























