SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Puluhan hektare sawah di Kabupaten Tangerang terendam banjir akhir-akhir ini. Persawahan tersebut diprediksi gagal panen karena tanamannya rusak terkena dampak banjir.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana mengajukan bantuan ke Pemerintah Provinsi Banten untuk para petani yang lahan sawahnya terdampak banjir akibat cuaca ekstrem. Hingga saat ini Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang masih mencatat jumlah luasan lahan sawah yang terdampak banjir tersebut.
“Untuk yang terdata ada 24 hektare. Tapi kemungkinan masih ada beberapa wilayah di kecamatan yang terkena banjir,” ujar Asep Jatnika, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang dikutip dari tangerangkab.go.id.
Dia mengatakan pendataan para petani yang area sawahnya terendam banjir dilakukan penyuluh pertanian dan petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan. Apabila telah diketahui jumlah luasan yang terdampak, Dinas Pertanian akan mengajukan permohonan bantuan benih pengganti kerugian para petani.
“Untuk bantuan kita akan mencoba mengusulkan ke Provinsi Banten berupa benih padi sebagai pengganti rugi,” kata Asep Jatnika.
Sementara itu, lanjut dia, nilai total kerugian yang dialami para petani dari dampak banjir itu belum bisa dipastikan berapa nilai totalnya.
Baca Juga: Dandim 0510/Tigaraksa Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI, Tekankan Prajurit Berjiwa PRIMA
“Kalau nilai kerugian belum dapat dianalisa secara keseluruhan. Karena ada terkait perhitungan secara teknis,” ungkapnya.
Hingga saat ini pemerintah setempat mencatat seluas 24 hektare area sawah di wilayahnya itu terendam banjir akibat tingginya curah hujan yang disusul meluapnya sungai. Sawah yang terendam itu tersebar di dua kecamatan dengan empat desa.
Adapun dari 24 hektare luasan lahan sawah yang terendam atau terdampak banjir yaitu seperti di kecamatan Kresek, Desa Koper dengan luas 5 hektare dan Desa Pasir Ampo seluas 8 hektare.
“Sedangkan di Kecamatan Jayanti yaitu di Desa Cikande seluas 5 hektare dan di Desa Pasir Gintung ada 7 hektare lahan sawah terendam banjir,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, dari hasil pencatatan petugas penyuluh di lapangan bahwa usia tanam padi yang terendam banjir itu dikisaran umur 7 sampai 20 HST. Sedangkan untuk masa tanam padi yang berada di wilayah Jayanti 25 sampai dengan 35 HST.
“Data sementara hasil monitoring petugas kami di lapangan jumlah persawahan yang terendam banjir ada 24 Ha di wilayah Kresek dan Jayanti, laporan yang kami terima kemarin tanggal 3 Januari 2023,” kata dia. (alfian)
Baca Juga: Bupati Tangerang: Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru




















