SATELITNEWS.COM, LEBAK – Buah Kolang Kaling dan Timun Suri, menjadi primadona masyarakat Lebak selama bulan Ramadhan. Sebab, tak sedikit umat muslim memanfaatkan dua jenis buah tersebut untuk dijadikan hidangan favorit saat berbuka puasa.
Kolang-kaling terbuat dari biji tanaman aren, yang memiliki nama latin Arenga Pinnata. Kolang kaling berwarna putih transparan, berbentuk lonjong, dan bertekstur kenyal. Jika diolah menjadi minuman, kolang-kaling memiliki rasa yang menyegarkan.
Tidak hanya enak dan menyegarkan, Kolang-kaling mengandung galactomannan, vitamin C, zat besi, pati, serat, kalsium, dan fosfor ini bisa mencegah penuaan dini, memperlancar sistem pencernaan, mencegah pengeroposan tulang.
Sementara Timun Suri, yang memiliki tekstur lembut dengan ciri bentuk lonjong memiliki kandungan gizi diantaranya Air: 96,32 gram (g) Protein: 1,26 g, Lemak: 0,04 g, Karbohidrat: 2,09 g, Kalsium: 768 miligram (mg), Zat besi: 0,20 mg, Serat: 0,89 mg, Vitamin C: 24,86 mg, Kalium: 1008 mg, Fosfor: 422 mg ini mengatasi penambahan cairan tubuh, mencegah sekaligus mengatasi sembelit, menurunkan resiko segala penyakit, menyehatkan tulang, menurunkan resiko anemia.
Jadi, wajar kedua buah ini menjadi primadona yang digemari masyarakat, khususnya umat muslim untuk dijadikan hidangan saat berbuka puasa. Tidak hanya manfaatnya yang didapat tubuh, dua jenis buah ini menjadi berkah tersendiri bagi para petani di bulan Ramadhan.
Anang salah satunya, warga Desa Padasuka, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, setiap hari ia kebanjiran orderan Kolang-kaling. Rp 15 per kilogram.
Baca Juga: Waduk Karian Lebak Semakin Mengering, Jejak Permukiman Lama Jadi Magnet Wisata
Anang tak menampik, harga kolang-kaling yang dijualnya (Rp15 ribu per kilogram) terbilang mahal. Namun apalah daya, kata Anang, untuk mendapatkan buah aren tersebut tidak mudah.
“Sangat tidak mudah, sekalinya ada itu jarak tempuh nya cukup jauh. Belum lagi resiko saat memanjat pohon tinggi. Karena saat ini sulit didapat, jadi kita jual dengan harga Rp15 ribu,” imbuhnya.
Sementara petani timun suri, Mubin (30) warga Desa Banjarsari, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak mengaku, orderan terus berdatangan hampir setiap hari 2 ton pesanan tak pernah sepi.
“Alhamdulillah, tahun ini timun suri, yang dihasilkan berkualitas, dari ukuran buah 2 kilogram sampai 4 kilogram ada,” kata Mubin.
Harga timun suri, ia bandrol Rp3.500 sampai Rp4.500 per kilogram. Jumlah itu naik sedikit Rp 2.500 per kilogram sampai Rp 3.500 per kilogram.
“Untuk pesanan, Alhamdulillah, selain dari pasar pasar yang ada di Lebak, dari Jakarta pun ada,” akunya. (mulyana)
Baca Juga: Gubernur Andra Dorong Singkong Lebak jadi Komoditas Unggulan
























