SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Ride On adalah surat cinta penggemar untuk sang idola. Sutradara sekaligus penulis naskah Larry Yang adalah fans karya Jackie Chan sejak lama. Suatu hari, ia menulis naskah dan mengajukan kepada sang aktor.
Jackie Chan menampik seraya meminta Larry Yang merevisi skenarionya. Hanya dalam 5 hari, Larry kembali mengajukan hasil revisi. Kali ini Jackie Chan tersentuh.
Larry Yang diundang Jackie Chan untuk memproduksi film Ride On yang dalam versi asli berjudul Longma Jingshen. Di Indonesia, penjualan tiket di muka untuk Ride On telah dibuka mulai pekan ini.
Dalam Ride On, Jackie Chan berlakon sebagai ayah. Seorang ayah yang mencari nafkah untuk membanggakan putri kecilnya.
Ayah yang menyeleksi calon mantu agar tak salah pilih. Ayah yang terlalu lama hidup sendiri hingga kepayahan menjinakkan ego dan berkompromi dengan pendapat orang lain. Ayah yang berdamai dengan masalah dan masa lalu.
Ride On mengisahkan Lau Luo (Jackie Chan) yang sudah sepuh dan cerai dari istri. Putrinya, Xiao Bao (Liu Haocun) kuliah di jurusan hukum dan hidup mandiri setelah ibunya meninggal dunia.
Selain jadi stuntman alias pemeran pengganti, Lau Luo bekerja bersama kudanya di jalanan mengenakan aneka kostum untuk menarik perhatian turis maupun anak-anak untuk berfoto bareng.
Masalah datang kala He Xin (Yu Rongguang) mendata aset kekayaannya termasuk seekor kuda yang telah bertahun-tahun dirawat Lau Luo. Kuda ini awalnya hendak dibunuh karena lahir cacat. Kakinya bengkok.
Lau Luo telaten melatih dan mengobati hingga jadi satwa tangguh di lokasi syuting. Mendengar kudanya akan disita, ia syok berat dan minta bantuan ke Xiao Bao. Mulanya Xiao Bao menolak.
Ia lantas terkenang pesan almarhum ibunda untuk berdamai dengan Lao Luo. Xiao Bao mengajak pacarnya, Naihua (Guo Qilin) untuk memperjuangkan kuda sang ayah di muka hakim.
Aktor legendaris berusia 68 tahun tersebut tampil prima seperti karya-karya sebelumnya, jago berkelahi, kocak, tetapi juga penuh pesan mendalam.
Walau kerap menampilkan wajah Jackie yang lelah atau kebingungan, RIDE ON tetap memiliki daya tarik khususnya visual meyakinkan dengan kuda dalam adegan action. Cuplikan adegan-adegan berbahaya Jackie, mewakili kehebatan pemeran pengganti di masa lalu, juga akan menambah keharuan penonton.
Tentu, elemen action tak ketinggalan. Khususnya, saat berhadapan dengan penagih utang dan berlaga di lokasi syuting yang jadi tuntutan profesi Lau Luo.
Aktor muda Guo Qilin yang ekspresif bisa menimpali gaya jenaka Jackie.
Ride On adalah perjalanan batin ayah dan anak. Manusia dan hewan. Cinta dan kecewa. Kehilangan dan menemukan. Jackie dan keaktorannya. (san)