SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Terkuak sudah motif pelaku, Ok, yang mencekik kekasihnya sendiri, Dv, hingga menghembuskan napas terakhirnya, Jumat (8/5/2026).
Peristiwa memilukan yang terjadi di rumah pelaku, di Kampung Kadujangkung, Desa Kadujangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang itu, ternyata berawal ketika pelaku tersinggung dan sakit hati dengan sikap dan perkataan sang kekasih yang sudah menjalani hubungan selama kurang lebih 8 tahun itu.
Sore itu, Dv (27) seperti biasa datang ke rumah kekasihnya, Ok (28). Tak ada tanda – tanda yang mencurigakan, ketika keduanya berbincang santai selama beberapa menit, sampai akhirnya Dv meminta izin beristirahat di kamar pelaku.
Beberapa menit kemudian, Ok masuk ke kamar dan memeriksa telepon genggam korban. Naas, ia mendapati percakapan Dv dengan pria idaman lain, yang mengarah kepada perselingkuhan. Sontak, emosi pelaku naik.
Saat itu pula, Ok meminta penjelasan terhadap korban. Tetapi, korban memberikan jawaban yang justru memantik amarah. Ucapan korban, dianggap menyinggung ibunda pelaku yang sedang sakit.
Ditengah cek cok adu mulut antara pelaku dan korban, sementara pelaku meninggalkan rumah untuk menenangkan diri. Ia mencoba menjauh, berusaha meredam emosi yang khawatir terus memuncak.
Ternyata, perkataan korban terus terngiang-ngiang dan membuat amarah pelaku semakin memuncak, hingga akhirnya terlupakan.
Sekitar pukul 19.00 WIB, Ok masuk lagi ke kamarnya. Mendapati korban yang masih terbaring, seolah tak ada masalah. Emosinya semakin memuncak. Akhirnya, pelaku mencekik korban, hingga tak berdaya dan menghilangkan nyawanya.
Sementara, Kasat Reskrim Polres Pandeglang IPTU Alfian Yusuf mengatakan, dugaan sementara motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati pelaku terhadap dugaan perselingkuhan yang dilakukan korban, serta ucapan korban yang membuatnya sakit hati.
“Dugaan sementara, pelaku sakit hati dengan perkataan korban yang menuding pelaku jarang memberinya uang. Karena, dianggap lebih mementingkan ibunya yang sedang sakit, serta dianggap ibunya tidak berguna,” ujar IPTU Alfian, Jumat (8/5/2026).
Kini, Ok mendekam di sel Mapolres Pandeglang, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Masyarakat sekitar, merasa sangat menyayangkan peristiwa tersebut terjadi. Karena bagaimanapun, peristiwa tersebut menyisakan duka bagi keluarga korban maupun pelaku.
Baca Juga: Operator Kecamatan Di Pandeglang Harus Lebih Responsif
Terlebih, hubungan asmara antara pelaku dan korban harus berakhir tragis. (mardiana)




























