SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar terus melakukan pemantauan arus mudik. Menurutnya, sejauh ini arus mudik di wilayah Kabupaten Tangerang terpantau lancar. Lanjutnya, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, bekerja sama dengan unsur TNI, Polri, organisasi dan relawan terus memantau arus mudik, terutama di Jalan Raya Serang.
“Dengan adanya perpanjangan atau penambahan libur cuti bersama yang ditetapkan oleh pemerintah, sangat membantu kami dan para petugas di lapangan untuk lebih fokus pada antisipasi titik-titik kemacetan dan penguraian-penguraian. Alhamdulillah, mulai dari Pintu tol Bitung sampai ke perbatasan Balaraja semuanya dalam keadaan lengang,” ucapnya saat melakukan monitoring mudik di Pospam Citra Raya, Kamis malam (20/4/23).
Bupati juga mengimbau seluruh masyarakat, baik yang mudik maupun yang melaksanakan takbir keliling, benar-benar memperhatikan faktor keamanan, keselamatan dan ketertiban.
“Masalah keselamatan berkendara perlu diperhatikan dan tata tertib lalu lintas harus dipatuhi. Jangan takbir keliling menggunakan mobil terbuka, dengan kapasitas penumpang yang berlebihan dan jangan sampai membahayakan yang lainnya,” pintanya.
Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang, agar tidak memperdebatkan penetapan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriyah. Dia mengatakan, bahwa Pemkab Tangerang memfasilitasi masyarakat yang melaksanakan Salat Idul Fitri di hari Jumat 21 April maupun pada hari Sabtu 22 April 2023.
Menurutnya, perbedaan dan metode cara perhitungan dengan metode rukyatul hilal maupun hisab, dan metode lain menjadi satu keberagaman yang patut dihargai dan dihormati bersama.
Baca Juga: Jalan Pisangan Pakuhaji Dibongkar Lagi, Tak Sesuai Spesifikasi
“Justru perbedaan tersebut bukan untuk saling diperdebatkan dan dipertentangkan satu sama lainnya. Yang melakukan hari Jumat, kita fasilitasi, yang hari Sabtu juga sama. Jadi tidak ada yang kita beda-bedakan,” ungkap Zaki.

Bupati Zaki juga mengatakan, bahwa perbedaan penetapan 1 Syawal merupakan suatu ukhuwah yang harus bisa diterima semua pihak. Dia mengharapkan semua pihak untuk tetap kondusif, menjaga keamanan, kenyamanan dan kekhusyukan beribadah.
“Hampir di semua, di kecamatan ada yang melaksanakan Salat Idul Fitri di hari Jumat dan difasilitasi. Masjid-masjid yang akan melaksanakan Idul Fitri hari Jumat itu memang sudah diidentifikasi, dan kita akan berikan bantuan apabila memang dibutuhkan dalam pelaksanaan Salat Idul Fitri,” ungkapnya. (aditya)
























